PALU – Seorang Balita berusia tiga tahun dengan status Pasien Dalam Pemantauan (PDP) virus corona atau COVID-19 yang dirawat ruang Isolasi Rumah Sakit (RS) Mokopido, Kabupaten Tolitoli, dalam kondisi stabil.
“Alhamdulilah keadaannya lebih baik dibanding kemarin dan saat ini dalam kondisi stabil,” kata Anggota Satuan Tugas (Satgas) COVID-19, Kabupaten Tolitoli, dr Milda, seperti dilansir JurnalNews jejaring Infopena, Sabtu (21/3/2020) petang.
Menurut dr Milda, saat ini pasien tersebut sedang dirawat intens oleh dokter yang bertugas untuk memastikan perkembangan kondisinya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Satgas COVID-19 Kabupaten Tolitoli telah menetapkan satu pasien Balita sebagai pasien dalam pemantauan (PDP) dan langsung dilakukan isolasi di ruang Anyelir RS Mokopido Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah.
Pasien yang dirawat sejak 14 Maret 2020 itu mengalami gejala awal yakni mual dan muntah. Kemudian di hari kedua, ada tambahan keluhan demam, batuk, pilek dan Ispa.
Setelah ditelusuri, pasien mempunyai riwayat pernah kontak dengan salah satu keluarganya yang sebelumnya pernah berkunjung ke negara China (sebelumnya disebut Korea-red).
Dari hasil analisis yang dilakukan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan Pasien Dalam Pemantauan (PDP), setiap pasien wajib dilakukan isolasi dan ditangani secara ketat hingga 14 hari kedepan.
Meskipun ada gejala Covid 19, atau virus corona, pasien belum bisa dinyatakan positif, karena masih menunggu hasil laboratorium. “Kami belum bisa pastikan kalau pasien tersebut positif corona, karena masih menunggu hasil uji laboratorium,” ungkap dr Milda.
Sekretaris IDI Cabang Tolitoli dr. Faisal YK, Sp.Rad, menyebutkan setelah dilakukan pemeriksaan radiologi, pasien mengalami bintik-bintik di kedua paru-paru, setelah sehari di rawat, setelah pemeriksaan dengan menggunakan CT Scan, ada kabur dan bercak-bercak di paru-paru, yang biasa di sebut pnemonia.
“Sehari setelah dirawat, paru-paru pasien mengalami bercak yang biasa disebut pneumonia,” ujarnya dalam jumpa pers di RS Mokopido Tolitoli, Jumat (20/3/2020). [***]

