Skrol untuk membaca pos

Anak SD Meninggal Tenggelam Saat Mandi di Sungai Lewara Tatanga

Muh. Rifai
Warga mengevakuasi korban tenggelam di Sungai Lewara Kelurahan Palupi, Kota Palu, Minggu (15/3/2020). [Humas Polres Palu]
A-AA+A++

PALU – Seorang anak Kelas 3 Sekolah Dasar (SD) berinisial MA (11) ditemukan meninggal dunia karena tenggelam di Sungai Lewara, Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Minggu (15/3/2020) siang.

Kapolres Palu AKBP H Moch Sholeh mengatakan, tenggelamnya bocah tersebut berawal saat sedang bermain di pinggir Sungai Lewara dengan dua anak laki-laki lainnya, yakni MH (14) dan Ad (14).

Dari keterangan MH kata Kapolres, Minggu (15/3/2020) sekira pukul 10.00 Wita dirinya dan Ad tengah bermain di pinggiran Sungai Lewara Palupi, saat itu kondisi air sungai sedang banjir.

Saksi MH berinisiatif untuk mandi, kemudian datang korban dan berniat untuk ikut mandi, namun sudah dilarang oleh MH dan Ad.

Tak berselang lama, kedua saksi melihat korban sudah di dalam air pada bagian dekat arus yang deras. “Mereka sempat menegur korban, namun korban tidak mengindahkannya,” tutur Kapolres menirukan keterangan saksi.

Akhirnya, saksi melihat korban sudah tenggelam, dan saksi berusaha menolong korban dengan cara berenang mendekati korban, dan sempat memegang tangan korban, namun terlepas.

Karena merasa kelelahan, MH ke pinggir sungai dan mencari kayu dengan tujuan untuk membantu korban. Namun saat saksi kembali, korban sudah tidak kelihatan. “Habis itu MH mencari pertolongan sama warga di sekitar,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh saksi kedua, Ad. Menurut Ad, hanya beberapa saat setelah mereka melarang korban untuk ikut mandi, tiba-tiba terdengar suara minta tolong dari korban. Melihat korban sudah mulai tenggelam, saksi berusaha mencari pertolongan warga sekitar.

Sekira Pukul 11.30 Wita, datang pertolongan dari warga sekitar dan berhasil diangkat dari dasar sungai.

Sesaat setelah diangkat dari dasar sungai, korban langsung diberikan pertolongan pertama dengan napas buatan. Namun nyawa korban sudah tidak dapat tertolong.

Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah orang tuanya di BTN Puskud Kelurahan Palupi, Kota Palu.

Berdasarkan penjelasan pihak keluarga korban, kata Kapolres Sholeh, mereka menerima musibah ini dan tidak bersedia dilakukan outopsi terhadap korban. “Secara kasat mata, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas Kapolres Sholeh, dalam keterangannya Minggu (15/3/2020) sore. [*]

Sumber: Humas Polres Palu