JAYAPURA – Lintas paguyuban di Papua menyerahkan enam poin pernyataan sikap kepada Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas, Senin (2/3/2020) di Aula Mako Polresta Jayapura Kota.
Pada kesempatan itu, Kapolda Papua Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw mengungkapkan telah
turun ke lokasi kejadian bersama Bupati Dogiyai dengan Wakilnya serta Kapolres dan pejabat–
pejabat setempat.
Dia menjelaskan almarhum Demianus Motte menabrak babi dan tidak bisa mengendalikan diri akhirnya keluar jalur ke arah sebelah kanan jalan. “Sehingga tak terhindarkan dari truk yang berlawanan arah yang dikendarai oleh almarhum Yus Yunus,” terang Kapolda Papua.
Kapolda menambahkan, yang jadi pokok masalah adalah kecelakaan ganda yang dialami
oleh almarhum Demianus Motte. Masyarakat memukul Yus Yunus dan anggota yang turun ke TKP tidak bisa mengamankan Yus Yunus.
Adapun anggota Polri yang ada di lokasi saat kejadian sudah diperiksa oleh Paminal Propam
Polda. “Kami perlu sedikit waktu untuk menangkap para pelaku dan menuntaskan
permasalahan yang terjadi. Rencananya saya setelah pejabat–pejabat dari Jakarta kembali
saya akan kembali ke sana dan menyelesaikan permasalah di sana,” katanya dilansir Humas
Polri.
“Pelaku yang melakukan pemukulan belum ditangkap tetapi kami sudah memiliki beberapa
foto–foto dan video dan cukup bukti–bukti untuk menangkap para pelaku,” tegas Kapolda
Papua. Pada kesempatan itu, Sekretaris Umum Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat
(KKMSB) Provinsi Papua Burhanuddin, S.Ak mengatakan, ditelepon oleh pihak keluarga agar
segera menyampaikan bahwa kasus ini segera dituntaskan.
Dia meminta saksi–saksi agar diperiksa dan ia sudah komunikasi dengan sopir yang ada di
belakang almarhum Yus Yunus untuk menyampaikan kesaksiannya dengan nyata.
“Kami sebagai kerukunan yang sama dengan almarhum untuk meminta bapak Kapolda segera
melakukan penangkapan terhadap pelaku–pelaku pengeroyokan dan memeriksa saksi–saksi yang ada di TKP dan kami sudah berkoordinasi dengan salah satu sopir truk yang berada di belakang korban yaitu Meher salah satu masyarakat Kawanua dan siap untuk bersaksi dan mengatakan apa yang dilihat di TKP. Tindakan ini sudah sangat tidak manusiawi dan kami juga sudah menekankan kepada paguyuban kami agar tidak terprovokasi kembali konflik horizontal,” kata Sekretaris Umum KKMSB Provinsi Papua Burhanuddin, S.Ak.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, Kabid Humas
Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Mustofa Kamal, SH., Kabidkum Polda Papua AKBP Guntur
Agung Supono, S.IK, Dir Intelkam Polda Papua Kombes Pol. Alfred Papare, S.IK., Kapolresta
Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas, SH, S.IK, M.Pd., Kasat binmas AKP Piter Kendek S.SOS.
Hadir pula Ketua Kerukunan Keluarga Muna Kota Jayapura Husein Leinn, Ketua UMJM Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) Provinsi Papua Burhanuddin, S.Ak. Juga Ketua Brigade Manguni Kota Jayapura Sony Opara, sesepuh KKSS/Anggota DPRD Kota Jayapura H. Darwis Massi , Sekretaris Umum Himpunan Keluarga Sriwijaya (HKS) Provinsi Papua Ilham, ST, Sekretaris Umum Kerukunan Keluaraga Buton (KKB) Provinsi Papua Hamzah Lenin, SE., MM , Wakil Ketua Kerukunan
Labomora Provinsi Papua Eduardus Umbu Pati, S.Pd, Wakil Ketua Ikatan Keluarga Minang Provinsi Papua Erwin Chaniago, Wakil Ketua Keluarga Kerukunan Maluku Utara Kota Jayapura Amir Ibrahim SE, serta peserta yang hadir sebanyak kurang lebih 30 orang. [***]

