PALU – Sampai Minggu 16 Februari 2020 dinihari, upaya menyelematkan buaya berkalung ban di Sungai Palu belum juga berhasil. Padahal, sudah berbagai cara dan metode dilakukan oleh tim penyelamat.
Panji si Petualang yang dua tahun lalu juga melakukan upaya penyelamatan buaya berkalung ban tersebut angkat bicara melalui akun instagram panjipetualang_real. Dia mengakui sulitnya menangkap buaya tersebut.
“Cak matt dan buaya palu 2 tahun lalu saya di posisi sampean cak. Pasang jaring, pasang perangkap ngejar siang malam, tapi berakhir di PHPin si B3 😭
Buaya ini cerdas cak, seakan dia udah tau apa yang bakal kita lakuin 😔
Saya gak percaya hal klenik cak, tapi di palu itu terjadi ☺
Panji melalui instagramnya memuat sebuah foto Matt Wright dengan panorama Sungai Palu.
Diketahui, Balai Konservasi Sumberdaya alam (BKSDA) Sulteng dan NTT, Polairud serta ahli penanganan satwa liar asal Australia, Matt Wright, sampai Minggu dini hari belum berhasil menangkap buaya berkalung ban di Sungai Palu.
Sejak beberapa hari ini, berbagai cara dilakukan oleh tim, mulai dari memasang perangkap berupa besi sampai menggunakan drone atau pesawat tanpa awak. Bahkan Minggu dini hari, tim menggunakan metode Harpun.
Tim nyaris saja menangkap hewan reptil tersebut dengan metode Harpun, tapi lagi-lagi lolos. Tim bahkan kejar-kejaran dengan buaya tersebut sebelum akhirnya kehilangan jejak. (*)

