JAKARTA – Peristiwa perusakan musala di Perumahan Griya Agape Desa Tumaluntung, Kauditan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara (Sulut) beberapa hari lalu telah mengusik umat muslim. Polri telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka perusakan tersebut.
Langkah Polri ini diapresiasi oleh tokoh-tolong agama di Sulawesi Utara. Mereka pun berharap penegakan hukum terus ditegakan kepada oknum-oknum yang merusak tempat ibadah umat muslim. Tetapi juga berharap kejadian tak terulang.
Dikutip dari laman Humas Polri, Minggu 2 Januari 2020, Imam Balai Pertemuan Umat Islam Perum Agape Griya, Imam Azis menyampaikan rasa terimakasih kepada jajaran aparat penegak hukum di wilayah Sulawesi Utara terkait insiden perusakan tempat ibadah di Minahasa Utara, Sulawesi Utara beberapa waktu lalu.
“Terima kasih atas pengamanan di daerah Sumaluntung sehingga aman terkendali dan kami juga berterimakasih karena telah didirikan lagi seperti sedia kala tempat ibadah kami,” kata Imam.
Sofyan Lembang, Penanggung Jawab Balai Pertemuan Umat Islam Ketum Agape Raya juga menyampaikan rasa syukur atas kinerja TNI – Polri dimana telah membangun kembali tempat ibadah yang sempat dirusak oleh oknum tertentu.
Selanjutnya, Ketum Fakul Mubin Sulawesi Utara Ustaz Yasir Bin Salim Bachmid mengatakan situasi di Sumaluntung telah berangsur membaik. Dia berterima kasih kepada TNI-Polri yang telah menjaga keamanan dengan baik. “Mari kepada masyarakat umat muslim untuk menjaga situasi yang kondusif ini dengan baik,” ucapnya.
Anggota DPD RI Sulut, Jafar Alkatiri mengapresiasi langkah Polri yang tetap menegakan hukum terhadap oknum-oknum yang merusak tempat ibadah umat muslim di Minahasa Utara. Ia berharap kejadian ini tak perlu dibesar-besarkan.
“Mudah-mudahan ini tak meluas, karena ini hanya masalah di lokal saja di Minahasa Utara. Teruntuk Polda Sulut alhamdulilah terus menegakan hukum kepada oknum yang melakukan perusakan itu,” ujarnya. (*)

