PALU – Dana pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kamonji, dinilai diluar nalar dan tidak masuk akal. Hanya dua RKB, dana pembangunannya dibandrol senilai Rp1,91 miliar lewat APBD Tahun 2019.
“Bayangkan, untuk pembangunan dua RKB saja, nilainya sangat fantastis. Ini tidak masuk akal,” ujar anggota Komisi A DPRD Kota Palu, Achmad Alaydrus, di Gedung DPRD, Jumat (20/19).
Achmad mengaku, saat komisi A melakukan monitoring di sekolah tersebut, pihaknya mendapatkan informasi bahwa pembangunan itu dilaksanakan oleh CV Barokah, sementara pihak sekolah tidak dilibatkan dalam semua proses, hanya menerima kunci.
Yang mengejutkan, lanjut dia, saat rombongan komisi A sedang berada di lokasi dan memperhatikan proses pekerjaan, pihak pelaksana hanya menggunakan paku bekas untuk pembuatan plafon sekolah.
Saat masih di lokasi, ia lalu menghubungi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi untuk mengonfirmasi masalah tersebut.
“Kadis saat ini masih di Bali. Saya tanyakan via telpon, katanya sebelumnya pihak sekolah usulkan enam RKB, tapi setelah disurvey lahannya tidak memungkinkan. Maka konsultan berikan gambar empat RKB, dan realisasinya saat ini hanya dua RKB dengan anggaran Rp1,91 miliar. Padahal menurut hemat saya lahan itu bisa enam RKB, kalau dibuat tingkat,” jelas politisi PDI-Perjuangan itu.
Olehnya, dalam waktu dekat, kata dia, pihaknya akan mengundang semua pihak yang terkait dengan pembangunan sekolah tersebut, untuk mengetahui seperti apa proses pembangunannya.
“Masalahnya juga, pekerjaannya mustahil bisa selesai sampai hari yang ditentukan dalam kontrak. Kita akan undang semua, kalau tidak jelas, tidak menutup kemungkinan masalah ini kita giring ke kejaksaan,” tegasnya. (YAMIN)

