Skrol untuk membaca pos

BPOM Gelar KIE Obat dan Makanan di Palolo

Muh. Rifai
Jalannya sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui KIE Obat dan Makanan di Kecamatan Palolo, Selasa (17/12). (FOTO: IST)
A-AA+A++

SIGI – Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) RI bekerja sama dengan BPOM Kota Palu menggelar sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan di Kecamatan Palolo, Selasa (17/12).

Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terhadap produk pangan, serta untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait produk makanan yang sehat.

Menurut Wakil Bupati Sigi, Paulina, kegiatan seperti itu harus sering lebih dilakukan karena masyarakat sangat membutuhkan pengetahuan dan wawasan yang luas terkait makanan dan obat yang tidak layak konsumsi.

Saat ini, lanjut Paulina, masih banyak temuan produk-produk yang tidak terdaftar atau tanpa izin dan mengandung bahan berbahaya.

“Produk seperti obat-obatan yang mengandung zat berbahaya sering ditemukan di apotik. Untuk makanan sering ditemukan di supermarket, sedangkan kosmetik juga masih banyak dijual tanpa izin dan mengandung zat yang membahayakan,” ungkapnya.
Sementara perwakilan BPOM Palu, menyatakan, untuk memberantas marakanya produk ilegal tidaklah mudah, butuh keterlibatan semua pemangku kepentingan.

“Tentu dalam hal ini kami sangat memerlukan campur tangan semua elemen dalam menanggulangi masalah tersebut. Dengan keterlibatan semua pihak maka persoalan yang sering kita temui di lapangan setidaknya bisa diatasi,” ujarnya.

Acara yang juga dihadiri anggota DPRD Sigi, Jamaludin L. Nusu, kepala desa serta perwakilan masyarakat dari sejumlah desa itu dirangkai dengan deklarasi menolak produk yang mengandung bahan kimia dan terlarang. (HDY)