JAKARTA — Salah satu pengusaha properti tersukses yang pernah dimiliki Indonesia Ciputra tutup usia hari ini, Rabu (27/11).
Berdasarkan informasi dikutip dari CNNIndonesia.com, pengusaha pendiri Ciputra Group itu meninggal pada pukul 01.05 waktu setempat. Kabar meninggalnya Ciputra dibenarkan Direktur Ciputra Development Tulus Santoso.
“Ya benar,” ujar Tulus dalam pesan singkatnya, Rabu (27/11).
Ciputra yang lahir di Parigi, Sulawesi Tengah pada 1931 itu adalah seorang arsitek yang kemudian dikenal sebagai pendiri pengusaha properti terkemuka di Indonesia.
Jenazah Ciputra akan disemayamkan di rumah duka keluarga di Jalan Bukit Golf Utama PA 1-2, Jakarta Selatan.
Mengutip Forbes, Ciputra dinobatkan sebagai orang terkaya dunia nomor 1.941. Sedangkan di Indonesia, ia menduduki peringkat ke-27 orang terkaya.
Saat ini, harta kekayaannya mencapai USD 1,3 miliar atau kurang lebih Rp 18,32 triliun dengan estimasi kurs 14.095 per dolar AS.
Pengembangan Ciputra merupakan salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia dengan proyek yang tersebar di 33 kota.
Ciputra memulai bisnisnya dengan membuka jasa konsultan properti di garasi rumah. Saat ini, bisnis properti Ciputra sudah mendunia. Selain mempunyai proyek properti di 33 kota di Indonesia, Ciputra juga memiliki banyak proyek di luar negeri.
Melalui kemitraan, Ciputra Group telah berkembang dengan pesat di Vietnam (Ciputra Hanoi International City), Kamboja (Grand Phnom Penh International City), India dan China (Grand Shenyang International City).
Di sektor kesehatan, Grup Ciputra berkembang besar. Perusahaan mengembangkan jaringan rumah sakit di berbagak daerah.
Saat ini, jaringan rumah sakit yang telah didirikan adalah Ciputra Hospital CitraGarden City, Ciputra Hospital Tanggerang, Ciputra Medical Center, Ciputra SMG Eye Clinic (CSEC), dan CDerma – Dermatology and Aesthetic Center.
Ciputra juga mengembangkan bisnis di sektor media dan telekomunikasi. Perusahaan media yang ada di bawah naungan Ciputra antara lain Bintang, Aura, Home, dan Teen. Sedangkan jaringan telekomunikasi berada di bawah Ciptakom yang fokus di jaringan optik.
Di sektor keuangan, Ciputra juga memiliki perusahaan asuransi, yaitu Ciputra Life. Perusahaan ini anak perusahaan dari PT Ciputra International dan PT Tunas Andalan Pratama, yang memperoleh izin usaha asuransi jiwa dari OJK pada 16 Desember 2016 dan mulai memberikan perlindungan asuransi kepada pelanggan pada 1 Februari 2017. [CNN/Liputan6]

