PALU – Kesedihan, simpati, rasa sakit, hingga reaksi keras atas fitnah dan tuduhan keji yang diumbar M. Sadiq kepada Ketua Utama Alkhairaat, Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri, terus mengalir.
Reaksi tersebut muncul, mulai dari organisasi sayap Alkhairaat hingga organisasi eksternal, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palu dan Forum Komunikasi Pemuda Kaili (FKPK) Sigi.
Sadiq yang juga Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Sulteng itu telah menuding Habib sebagai pengikut aliran Syiah.
Ketua FKPK Sigi, Husen Habibu kepada Media Alkhairaat, Selasa (26/11) malam, menegaskan, segala tuduhan yang diarahkan kepada Cucu Guru Tua adalah kebohongan yang tidak berdasar, lebih-lebih tuduhan itu diarahkan ke semua orang yang mencintai Alkhairaat.
“Justru yang mengantar kabar tersebut dialah penghancur persaudaraan abnaulkhairaat. Jadi saya selaku orang pribumi di Tanah Kaili ini keberatan atas informasi yang sudah membuat gaduh di kalangan bawah oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab itu,” kesalnya.
Husen menyatakan, bahwa dalam persoalan itu, para abnaulkahiraat agar tidak melihatnya sebagai persoalan internal Alkhairaat saja, namun menjadi persoalan bersama bagi para abna untuk membela ketua utama.
“Menyakiti Ketua Utama Alkhairaat, Habib Saggaf sama dengan menyakiti hati para abnaulkhairaat,” ujarnya.
Ia menduga kuat, ada pihak-pihak yang sengaja ingin menjatuhkan wibawa Alkhairaat.
Di tempat yang sama, Sekjen Ikatan Alumni Alkhairaat (IKAAL), Ustadz Abdul Haris Abdullah menambahkan, dalam pertumbuhan organisasi, dibutuhkan kritik yang konstruktif, bukan destruktif.
“Jadi apa yang dilakukan oleh terlapor ini adalah kritik destruktif yakni merusak organisasi. Seharusnya disupport dengan psikologi yang sehat, justru jadi fitnah yang sudah sangat massif dibangun oleh mereka,” ungkapnya.
Ia pun mengutip salah satu syair Guru Tua yang artinya “Habib Saggaf adalah mualiman dan mursyid bagi yang sudah alumni maupun yang baru masuk di Alkhairaat’.
“Saya tegaskan, tidak sedikitpun ajaran syiah yang keluar dari lisan Habib Saggaf, semua berita tersebut bohong dan dusta,” pungkasnya.
Keduanya sangat berharap kepada pihak kepolisian agar segera menuntaskan kasus yang sudah membuat resah banyak masyarakat.
Saat ini, Sadiq yang mengumbar fitnah melalui akun facebooknya sudah dilaporkan ke Polda Sulteng.
Sejumlah pihak juga telah mendatangi Polda untuk mendesak agar laporan itu segera ditindaklanjuti dan dituntaskan. (MAL/FALDI)

