PALU – Kementerian PUPR memulai pembangunan tanggul tsunami di Kota Palu senilai Rp250 miliar yang merupakan bantuan dari Japan International Corporation Agency (JICA).
Tanggul tsunami yang menelan dana senilai Rp250 miliar itu dibangun di Teluk Palu sepanjang 7,2 kilometer dengan dana utang luar negeri tersebut diberi nama Tanggul Laut Silae, Lere, Besusu Barat dan Talise (Silebeta) karena dibangun di sepanjang empat kelurahan itu.
Pembangunan tanggul laut itu ditandai dengan pemecahan kendi tanda dimulainya pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi jalan nasional dan non-nasional Sulawesi Tengah serta Tanggul Laut Silebeta oleh Wakil Menteri PUPR, Jhon Wempi Wetipo dan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola.
“Tanggul laut yang dibangun untuk menghalangi air laut agar tidak masuk ke jalanan seperti sekarang dan sebagai antisipasi jika terjadi tsunami,” kata Wamen di Palu, Minggu (24/11), dihimpun Antara.
Ia menyebut Tanggul Laut Silebeta akan dibangun setinggi tiga meter, mengingat ketinggian air laut maksimal di kawasan Teluk Palu mencapai 2,6 meter.
“Tadi sudah dijelaskan bahwa kawasan Teluk Palu terdampak tsunami yang dibangun tanggul laut akan lebih bagus dan lebih baik daripada sebelumnya,” ujarnya.
Dia menuturkan pembangunan tanggul laut yang diupayakan dapat selesai paling cepat setahun itu menelan anggaran Rp250 miliar. “Sekarang jangan tanya anggaran karena kita bangun infrastruktur ini untuk masyarakat. Apa yang sekarang mampu kami kerjakan itu yang dilakukan,” tandas Wamen. [***]

