SIGI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sigi, menggelar rapat koordinasi
(rakor) bersama Penilik, Pengawas, dan para kepala sekolah mulai dari jenjang TK, SD, hingga
SMP, di salah satu hotel di Kota Palu, dua hari lalu.
Bupati Sigi, Moh Irwan Lapatta saat membuka kegiatan, mengatakan, untuk mencapai kualitas
pendidikan, tidak cukup hanya dengan perluasan akses, tetapi yang diterima insan pendidikan.
“Artinya pendidikan di Kabupaten Sigi dapat berdaya saing dengan kabupaten/kota di Sulteng,
bahkan sampai ke tingkat nasional,” katanya.
Terkait dengan kualitas pendidikan, lanjutnya, juga sangat ditentukan oleh kepala sekolah
(kepsek). Kata dia, kepsek berperan sangat penting dalam menciptakan suasana yang kondusif
sehingga proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik.
“Maka disiplin menjadi sesuatu yang sangat penting, sebab kapanpun dan dimanapun kita
melakukan aktivitas, tanpa dilandasi disiplin, maka hasilnya tidak akan optimal,” ungkapnya.
Pihaknya menyadari, rasio jumlah rombongan belajar (rombel) dengan jumlah guru, belum
terpenuhi.
Berdasarkan data dapodik, jumlah rombel untuk SMP sebanyak 383 dengan total kebutuhan
guru mata pelajaran sebanyak 654 orang.
“Sedangkan guru mata pelajaran yang tersedia sekarang hanya 476 orang guru, sehingga
kekurangan 190 orang,” tuturnya.
Khusus guru Bimbingan Konseling (BK), kata dia, dengan jumlah siswa 9236 orang, maka
seharusnya kebutuhan guru adalah 62. Sedangkan yang ada saat ini, kata dia, guru BK hanya
14 orang.
“Jadi total kekurangan guru mata pelajaran di SMP termasuk BK sebanyak 238 orang,”
ungkapnya.
Untuk SD, lanjut dia, jumlah rombel sebanyak 1340 dengan total kebutuhan guru kelas
sebanyak 1340 orang. Namun yang tersedia di Kabupaten Sigi hanya 911 orang. Demikian
halnya dengan guru mata pelajaran pendidikan agama dan PJOK di SD yang hanya 125 orang.
“Seyogyanya yang kita butuhkan adalah 448 orang. Jadi total kekurangan guru SD adalah 323
orang,” tuturnya.
Sementara untuk TK, kata dia, dengan jumlah rombel sebanyak 333, pihaknya masih
kekurangan 100 orang.
“Tentu ke depan ini akan terus dibenahi agar penyebaran dan kekurangan guru bisa terpenuhi,”
pungkasnya.
Rakor tersebut juga dihadiri Kadikbud Sigi Kaimuddin Ponulele, UPT Pendidikan dan pemerhati
pendidikan. (HADY)

