Skrol untuk membaca pos

BPKH Bangun Tempat Tinggal Terintegrasi di Sigi

Muh. Rifai
Bupati Sigi, Moh. Irwan Lapatta melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah sehat ramah gempa di Desa Sibalaya Utara Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Kamis (24/10). (FOTO: MAL/IKRAM)
A-AA+A++

SIGI – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggandeng Rumah Zakat untuk membangun Kampung BPKH di Desa Sibalaya Utara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi.

Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakkan batu pertama oleh Bupati Sigi, Moh. Irwan Lapatta, Kamis (24/10) didampingi jajaran Pimpinan BPKH, seperti Rahmat Hidayat, Hamid Paddu, Beny Witjaksono, Ajar S Broto, Huriyah El Islamy, Nur Efendi selaku CEO Rumah Zakat, pemerintah setempat dan disaksikan masyarakat.

Anggota Badan Pelaksana BPKH, Bidang Investasi, Beny Witjaksono, mengatakan, kampung BPKH merupakan program bantuan terintegrasi dalam cakupan wilayah yang terdampak bencana gempa, tsunami dan likuifaksi berupa pembangunan Rumah Sehat Ramah Gempa, masjid, klinik, sarana air bersih dan pelatihan kewirausahaan bagi penyintas.

Lebih lanjut ia mengatakan, bantuan senilai Rp20,8 miliar itu secara simbolis telah diserahkan Kepala Badan BPKH Anggito Abimanyu kepada Mitra Kemaslahatan Baznas, Rumah Zakat, DT peduli dan Lazismu di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (23/10).

Ia mengatakan, bantuan tersebut diberikan melalui Mitra Kemaslahatan BPKH dengan rincian, masing-masing untuk renovasi Rumah Sakit Siti Masyitah Kota Palu sebesar Rp2,4 miliar, pembangunan Almarkaz Al Islami Kabupaten Sigi Rp3,6 miliar, dan pengadaan mobil ambulance Rp622,6 juta melalui Mitra Kemaslahatan BPKH Baznas.

Kemudian, lanjut dia, pembangunan Kampung BPKH Kabupaten Donggala senilai Rp5 miliar dan pembangunan Masjid Al Ikhlas Pantoloan Rp2 miliar melalui Mitra Kemaslahatan BPKH DT Peduli.

Selanjutnya, pembangunan Kampung BPKH Kabupaten Sigi Rp4,36 miliar melalui Mitra Kemaslahatan BPKH Rumah Zakat Indonesia dan Pembangunan Masjid Nur Illahi Kota Palu  senilai Rp2,7 miliar melalui Mitra Kemaslahatan BPKH Lazis Muhammadiyah.
Sementara Chief Executive Officer (CEO) Rumah Zakat, Nur Efendi, mengatakan, tujuan program tersebut adalah untuk memotivasi para peserta agar bisa mandiri kembali dalam menjalankan usaha.

“Insya Allah 100 kepala keluarga akan tinggal di kampung ini. Mereka merupakan rekomendasi pemerintah setempat yang belum memiliki tempat tinggal tetap. Semoga kolaborasi ini bisa mempercepat bangkitnya Sigi,” ujarnya.

Menurut Bupati Sigi, Moh. Irwan Lapatta, mereka yang akan menempati rumah di Kampung BPKH tersebut, nantinya tidak akan mendapat dana stimulan.

“Dan hal ini akan saya laporkan ke PUPR dan BPBD,” katanya.

Ia menambahkan, keperluan hunian tetap (huntap) bagi Kabupaten Sigi sendiri sekitar 3000 unit lebih.

Salahsatu penerima bantuan, Mardiyah mengaku bersyukur mendapat rumah di Kampung BPKH.

Menurutnya, pascabencana lalu, dia dan keluarganya masih menumpang di lahan warga dengan membangun pondok.

Guna memenuhi kebutuhan hidup, suaminya menjadi petani penggarap lahan orang lain dan dia sendiri menjual hasil kebunnya di pasar. (MAL)