ISLAMABAT – Gempa berkekuatan 5,8 skala Richter yang melanda Pakistan timur laut pada Selasa, merusak puluhan rumah dan toko dan sudah menewaskan sedikitnya 19 orang dan melukai lebih dari 300 orang.
Menurut Televisi Pakistan dilansir dari Cbsnews.com, empat anak termasuk di antara yang tewas di Mirpur, sebuah kota di bagian Kashmir yang dikelola Pakistan.
Dia mengatakan, jalan utama dekat Mirpur juga rusak parah, menyebabkan kecelakaan dan merusak bus dan kendaraan lainnya.
Tayangan TV menunjukkan rumah, toko, dan kendaraan yang rusak di Mirpur, tempat sebuah pelanggaran di kanal utama menenggelamkan desa.
Menurut Departemen Meteorologi Pakistan, pusat gempa berkekuatan 5,8 terletak di dekat kota pegunungan Jehlum di provinsi Punjab timur. Gempa bumi mengguncang dinding-dinding di seluruh negeri dan membuat orang menunggu di jalan-jalan karena khawatir akan terjadi gempa lagi.
Warga di Islamabad terlihat bergegas keluar dari bangunan bertingkat ke jalan-jalan.
Tidak lama setelah gempa itu, militer Pakistan mengirim pasukan dan tim medis ke daerah yang terkena gempa untuk membantu pemerintah sipil dalam membantu para korban.
Pihak berwenang mengatakan helikopter juga akan digunakan jika diperlukan untuk mengevakuasi orang-orang dari daerah yang terkena dampak gempa.
Beberapa penduduk di Mirpur mengatakan tak lama setelah gempa melanda, mereka keluar dari rumah mereka membacakan ayat-ayat dari Al Qur’an, buku suci Islam.
“Saya sedang duduk di toko saya ketika tiba-tiba dinding mulai bergoyang. Saya tahu itu adalah gempa kuat. Saat saya keluar dari toko saya, atapnya runtuh,” kata seorang pemilik toko kepada saluran berita Geo Pakistan ketika dia berdiri di sebuah jalan yang dipenuhi puing-puing rumah dan toko-toko terdekat yang rusak. Pemilik toko tidak diidentifikasi.
“Tuhan menyelamatkan saya. Tuhan menyelamatkan semua anggota keluarga saya, tetapi rumah kami sebagian rusak,” katanya kepada Geo.
Mushtaq Minhas, menteri informasi di Kashmir yang dikuasai Pakistan, mengatakan kepada wartawan bahwa penyelamat masih menggunakan ambulans untuk mengangkut yang terluka ke rumah sakit.
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dan Presiden Arif Alvi dalam pernyataan terpisah menyatakan kesedihan mereka atas kerugian yang disebabkan oleh gempa tersebut.
Gempa itu juga terasa di barat laut dan di banyak kota di provinsi Punjab timur.
Gempa berkekuatan 7,6 pada tahun 2005 menewaskan ribuan orang di Pakistan dan Kashmir. [***]

