Skrol untuk membaca pos

Diterjang Banjir, Jalan Trans Palu-Palolo Kembali Putus

Muh. Rifai
Sebuah kendaraan roda empat tengah menyeberangi banjir di area likuifaksi Desa Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru, Senin (17/06). (FOTO: MAL/FALDI)
A-AA+A++

PALU – Jalan poros Palu-Palolo, tepatnya di Desa Jono Oge kembali putus diterjang banjir. Arus kendaraan terpaksa dialihkan sementara melalui jalur alternatif.

Kendaraan roda dua dan empat, termasuk bus angkutan mudik lebaran dari arah Palu menuju Palolo dan Napu di Kabupaten Poso terpaksa harus melewati jalur lain.

Ada dua jalur alternatif yang bisa dilewati, yakni poros Biromaru-Pombewe dan Dolo-Bora. Meski begitu, jalur Biromaru-Pombewe dikhawatirkan para pengendara karena aliran sungai yang deras membuat sejumlah gorong-gorong sudah hancur diterjang air.

Bahkan, sebuah jembatan darurat yang ada kini kondisinya telah miring, akibat sering dilintasi kendaraan yang bermuatan lebih dari lima ton.

Pantauan media ini, Selasa (18/06), banjir mengakibatkan sebagian badan jalan di eks lokasi likuifaksi Desa Jono Oge itu telah berubah menjadi sungai dengan aliran air yang cukup deras.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Kasmin (54), mengatakan, pihaknya telah membuat jembatan darurat di area likuifaksi tersebut sebanyak 15 kali.

“Kita buat secara swadaya dengan masyarakat lainnya, dari pada kita putar jauh ke sana lama waktunya,” ujarnya.

Kata Kasmin, pembuatan jembatan darurat tersebut berdasarkan inisiatif dari masyarakat setempat, makanya tidak ada pungutan liar seperti yang sempat beredar di media sosial facebook.

“Kalaupun ada yang membayar itu hanya seikhlasnya saja, tidak ada pemasangan tarif,” jelasnya. (FLDI)