Skrol untuk membaca pos

Sayembara Ditutup, Relawan Jokowi-Ma’ruf Tantang Amien Rais dan HRS untuk Mubahalah

Muh. Rifai
Foto: Istimewa
A-AA+A++

JAKARTA – Relawan pendukung calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin menutup sayembara dengan nilai Rp100 miliar bagi mereka yang bisa membuktikan terjadinya kecurangan pada proses Pemilu 2019.

Menurut relawan pendukung Jokowi-Ma’ruf ini, dalam sayembara itu, tidak ada yang berhasil memberi bukti bahwa Pemilu 2019 curang.

Kini Kubu Relawan 01 Jokowi-Ma’ruf  kembali mengajak tokoh-tokoh pro 02, seperti Habib Rizieq Shihab, Amien Rais dan Ustaz Bachtiar Natsir yang menuding adanya kecurangan dalam pilpres untuk melakukan Mubahalah.

Aksi mubahalah adalah mengadu sumpah dan memohon kutukan kepada Allah untuk dijatuhkan kepada orang yang berdusta, sebagai bukti kebenaran salah satu pihak.

“Jika yang disampaikan benar, maka mari bermubahalah dengan saya, tentu harus sesuai dengan definisi. Jadi misal terstruktur, definisinya yakni ada struktur yang dibentuk untuk kecurangan. Kalau sistematis, itu berarti kecurangan itu dirancang sedemikian rupa, relawannya dilatih,” kata Relawan dari Muslim Cyber Army Jokowi-Ma’ruf, Diki Candra seperti di kutip Viva.co.id, Jumat 17 Mei 2019.

Kemudian, diutarakannya, kalau masif artinya terjadi di mana-mana bahkan di luar kondisi normal dan bahkan disebut brutal. “Kalau memang yakin itu ada, mari mubahalah dengan saya,” ujarnya.

Diki mengatakan, jika Amien Rais, Habib Rizieq dan lain-lain bisa membuktikan dan yakin ada kecurangan yang TSM, maka tentunya mereka berani untuk bermubahalah. Tidak keberatan bersumpah untuk sesuatu yang diyakini benar.

Mubahalah, kata Diki, juga harus dilakukan dengan benar sesuai dengan syariat Islam. Yakni bertemu kedua belah pihak dengan membawa keluarga yang bersangkutan juga.

“Harus sesuai syariat Islam. Bawa anak bawa istri, kemudian didampingi ulama, kalau perlu MUI sebagai fasilitator, mediator,” ujar Diki.

Diki menyatakan keseriusannya untuk melakukan mubahalah. Dia juga akan mengirim surat secara resmi kepada pihak-pihak tersebut, yakni Amien Rais, Habib Rizieq Shihab, dan Ustaz Bachtiar Natsir.

“Saya sampaikan juga di surat mubahalah, nomor handphone saya untuk bisa dihubungi kapan bisa untuk mubahalah,” ujarnya. [***]