PALU – Pihak Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, memastikan, ribuan tabung LPG 3 Kilogram (Kg) yang disita polisi di Kelurahan Tondo, bukan dikeluarkan oleh Pertamina atau vendor yang selama ini menyuplai kebutuhan tabung.
Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan di lapangan, meskipun tertulis tahun pembuatan di 2012, namun tidak ada bau sisa LPG.
“Dengan kata lain, benar-benar baru dibuat. Karena walaupun tabung lama lalu dicat, tetapi masih ada sisa bau LPG biar sedikit. Dan tidak ada orderan dari wilayah tersebut sebanyak itu maupun dari penyuplai tabung di Pertamina,” kata Unit Manager Comunication dan CSR, MOR VII Sulawesi, Pertamina, Hatim Ilwan, Jumat (17/05).
Dia menambahkan, sebelum tabung LPG beredar di masyarakat, maka lebih dulu masuk ke Pertamina. Pertamina sendiri, kata dia, tidak ada hubungan bisnis dengan yang bersangkutan.
“Jadi semua ini kami serahkan kepada pihak berwajib untuk mengusut dan menindaklanjuti sesuai perundangan yang berlaku,” ujarnya.
Pihaknya pun berterima kasih atas pengungkapan itu karena apa yang dilakukan pelaku tersebut telah mengganggu tugas mereka dalam menyalurkan dan mengendalikan LPG 3 Kg.
“Sebab bila tidak ditindaklanjuti maka berpeluang penimbunan,” katanya.
Dengan adanya peristiwa itu, kata dia, maka pihaknya akan meningkatkan sosialisasi kepada agen dan pangkalan untuk berhati-hati menerima tabung kosong.
“Terkait ini juga, petugas di lapangan telah memiliki bekal pengetahuan untuk membedakan tabung kategori tidak sesuai standar,” ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, terkait kelangkaan tabung LPG 3 Kg, pihaknya sendiri tidak dapat memonitor langsung hingga ke tingkat pengecer.
Dia mengakui, di Bulan Ramadhan ini terjadi peningkatan konsumsi masyarakat terhadap gas elpiji.
“PT Pertamina tidak menilai terjadi kelangkaan seperti yang diberitakan, tetapi lebih kepada fenomena panic buying di mana ibu-ibu rumah tangga khawatir apabila akan memasak malam hari untuk sahur kehabisan gas elpiji,” katanya.
Sehingga, kata dia, masyarakat lebih memilih untuk menambah pasokan gas elpiji di rumah.
Selanjutnya, kata dia, para pengecer juga sulit dikontrol karena seringkali ada yang memanfaatkan tingginya permintaan masyarakat untuk mencari keuntungan dengan menjual di atas HET.
“PT Pertamina telah berusaha mengantisipasi hal ini dengan melakukan operasi pasar,” katanya.
Pihaknya juga selalu mengimbau masyarakat untuk membeli gas elpiji 3 kg di agen, pengecer dan pangkalan resmi. (IKRAM)

