JAKARTA — Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno dalam debat ketiga Pemilihan Presiden 2019 berjanji jika terpilih menjadi wakil presiden akan menyelesaikan permasalahan defisit keuangan yang melanda BPJS Kesehatan di 200 hari pertama pemerintahannya. Selain itu, ia juga berjanji akan mengatasi masalah yang selama ini membelit pelayanan kesehatan, seperti antrean panjang.
Sandiaga mengatakan untuk mengatasi masalah tersebut ia akan melibatkan putra terbaik bangsa.
“Kami pastikan dalam 200 hari kerja akar permasalahan BPJS Kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) selesai dan defisit ditutup,” ucap Sandiaga, Minggu (17/3).
Diketahui, sejak BPJS Kesehatan berdiri pada 2014 lalu masalah defisit memang tak pernah selesai. Rinciannya, pada 2014 BPJS Kesehatan menderita defisit sebesar Rp3,3 triliun, lalu pada 2015 jumlahnya kian membesar menjadi Rp5,7 triliun.
Selanjutnya, pada 2016 defisit yang harus ditanggung BPJS Kesehatan sebesar Rp9,7 triliun dan 2017 sebesar Rp9,75 triliun. Terakhir, atas audit yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap keuangan BPJS pada 2018 jumlah defisit kembali melebar menjadi Rp10,98 triliun.
“Kami juga menyelenggarakan program preventif 22 menit olah raga. Kami ingin masyarakat hidup sehat,” terang Sandiaga.
Tak hanya soal BPJS Kesehatan, Sandiaga juga menyoroti persoalan pendidikan di dalam negeri. Ia berniat menghapus ujian nasional yang sudah bertahun-tahun dilaksanakan dan menggantinya dengan penerusan minat dan bakat.



