PALU – Setelah hampir 2 tahun absen melakukan jenjang kaderisasi tingkat lanjutan atau yang biasa dikenal dengan Pelatihan Kader Lanjutan (PKL). Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi tengah kembali mengadakan Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) tingkat II dengan mengangkat tema “Peran PMII Dalam Merawat Kebhinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
Kegiatan PKL ini berlangsung sejak tanggal 27-30 Januari 2019 bertempat di pondok pesantren Manbaus Solihin Kota Palu. Kegiatan PKL kali ini bahkan dihadiri langsung oleh Ketua satu PB PMII bidang kaderisasi sahabat Muhiddin Nur. Kehadiran Ketua satu PB PMII kali ini bukan hanya untuk membuka secara resmi kegiatan PKL di Sulawesi Tengah namun juga untuk mendampingi jalannya proses kaderisasi di sulawesi tengah.
Kegiatan PKL tingkat II ini diikuti oleh 20 orang kader PMII yang sebelumnya telah lebih dulu melalui proses Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII. 20 peserta PKL ini terdiri dari 12 Kopra PMII dan 8 Kopri PMII. Seluruh peserta PKL berasal dari pengurus PMII baik pengurus tingkat Rayon, pengurus Komisariat (PK), Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Koordinator Cabang Sulawesi Tengah (PKC Sulteng). Selain pengurus PMII yang berada di kota palu, beberapa peserta juga merupakan pengurus cabang PMII wilayah Buol dan Toli-Toli. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 4 hari ini memuat materi dan kajian terkait ke PMIIan dan merupakan lanjutan dari materi yang termuat pada jenjang kaderisasi sebelumnya.
Tujuan terselenggaranya PKL bukan hanya untuk melahirkan kader Mujtahid perwujudan Tujuan PMII yang mampu memahami nilai Aswaja, menjalankan Nilai dasar pergerakan dan memiliki nilai intelektual tinggi mengenai ke PMII an dan bernegara namun juga sebagai bentuk proses penyempurnaan jenjang kaderisasi yang telah diatur di PMII. Ketua satu PB PMII bidang kaderisasi bukan hanya sekedar mengawal, namun juga bersedia mengisi beberapa materi ke PMII an khususnya yang berkaitan dengan bidang kaderisasi. Pada saat membawakan salah satu materi beliau menyampaikan bahwa “pengurus PMII disetiap wilayah harus mampu mengadakan kaderisasi formal maupun non formal, karena melalui proses kaderisasi nuansa intelektual bisa hidup dan dinamis” tegasnya. Jenjang kaderisasi di tubuh PMII pada dasarnya benar-benar bertujuan untuk mewujudkan cita-cita PMII dalam hal pembentukan pribadi muslim indonesia.
Dalam kesempatan selanjutnya beliau menambahkan bahwa “Kader PMII dipersiapkan untuk bisa mengisi leading sektor strategis sesuai dengan bidang masing-masing” imbuhnya. Selain menjadi media pengembangan intelektual, PKL juga menjadi salah satu langkah sebelum menuju tingkat kaderisasi yang tertinggi di PMII yaitu Pelatihan Kader Nasional (PKN) yang diadakan langsung oleh PB PMII.
Selain dihadiri dan didampingi langsung oleh ketua satu PB PMII, PKL kali ini juga dihadiri langsung oleh Ketua ESDM PB PMII perwakilah Sulawesi Tengah sahabat Wahyu Hidayat. Selanjutnya pada tanggal 30 Januari 2019 dihari terakhir kegiatan, bertempat di sekretariat PMII Sulawesi Tengah 20 peserta PKL yang telah dinyatakan lulus dan menjadi kader Mujtahid PMII, resmi di baiat serta mengucapkan ikrar pembaiatan yang dituntun langsung oleh ketua satu PB PMII bidang kaderisasi dengan didampingi langsung oleh Ketua ESDM PB PMII perwakilan Sulawesi Tengah. (YP)

