oleh

Harun Yahya, Pemimpin Sekte Asal Turki Dijatuhi Hukuman Penjara 1.075 Tahun

JAKARTA – Nama Adnan Oktar atau biasa dikenal dengan nama Harun Yahya tentu tak asing di telinga publik, khususnya di Indonesia. Namanya kini kembali menjadi sorotan setelah pengadilan di Istanbul, Turki menjatuhkan hukuman penjara 1.075 tahun pada hari Senin, 11 Januari 2021.

Harun Yahya dinyatakan bersalah atas kasus kejahatan seksual hingga melakukan mata-mata politik dan militer. Dilansir Daily Sabah, Harun Yahya ditangkap bersama para pengikutnya pada Juli 2018 atas tuduhan penipuan.

Selain itu, pria berusia 64 tahun itu dituduh mendirikan dan memimpin organisasi kriminal, melanggar pajak, pelecehan seksual, dan mencoba memata-matai pemerintah dalam hal politik dan militer. Polisi mengatakan ada todal ada 235 pengikutnya, tetapi sebagian masih diburu.

84919
Harun Yahya dikawal polisi usai penangkapannya, di Istanbul, Turki, 11 Juli 2018 (Foto: Dailysabah.com)

Jaksa penuntut menuturkan geng yang dipimpin Harun Yahya telah terlibat dalam skema rekrutmen sejak akhir tahun 1990-an. Ia juga melakukan pencucian otak kepada para wanita muda.

“Organisasi tersebut menggunakan anggotanya yang tampan untuk menipu gadis dan wanita muda. Anggota tersebut memperkosa atau melecehkan wanita secara seksual, dan diperas terlebih dahulu oleh anggota yang berpura-pura bahwa hubungan intim mereka direkam dalam video. Mereka juga dicuci otak dengan dalih ajaran agama,” kata jaksa dikutip Daily Sabah.

Harun Yahya sendiri adalah pendakwah dan penulis buku-buku Islam. Karya-karya fenomenalnya berkaitan dengam kebesaran Tuhan dengan alam semesta dan ilmu pengetahuan. Tetapi beberapa tahun belakangan ia berubah.

Harun Yahya menjadi perbincangan publik karena aksi ceramahnya yang kontroversial di stasiun televisi miliknya, A9, tahun 2011. Pasalnya, ia menghadirkan wanita muda berpakaian minim dan seksi yang ia sebut “kitten” dan bernyanyi dengan pria muda yang ia sebut “lion”. Tayangan ceramahnya itu langsung mengundang kecaman dari para pemuka agama Islam di Turki.

loading...

Komentar

Masih Hangat