oleh

Buaya Berkalung Ban di Palu Akhirnya Selamat dari Lilitan di Lehernya

PALUBuaya berkalung ban di Sungai Palu akhirnya dapat diselamatkan. Sebuah ban yang bertahun-tahun melingkar di lehernya akhirnya dilepaskan.

Penyelamatan itu dilakukan oleh warga setempat, Senin, 7 Februari 20222 malam.

Berdasarkan informasi beredar, penyelamatan buaya berkalung ban dilakukan di sekitaran Jembatan Palu 2, Kelurahan Tatura Selatan, Kota Palu.

Video proses penyelamatan Buaya berkalung ban ini juga sudah banyak di bagikan warganet di group WA dan Media Sosial khususnya Facebook dan menjadi viral.

Dalam video itu terlihat seorang warga tengah memotong ban yang melilit di leher buaya itu menggunakan gergaji hingga lepas.

Setelah itu, buaya eks berkalung ban itu dilepaskan kembali ke sungai.

Mengutip Mal Online, penyelamatan buaya itu berkat jerat seorang yang bernama Tili. Dia merupakan seorang pawang buaya juga.

Menurut Tili, sudah tiga minggu mencoba menjerat buaya itu hinga dua tali jeratnya sempat putus.

“Saya sendiri yang tangkap. Saya yang jerat, saya minta bantuan warga mereka takut,” ungkapnya.

Tiga tali jeratannya berhasil membuat sang buaya berkalung ban menyerah.

Seperti diketahui, upaya penyelamatan buaya berkalung ban ini sudah berulang-ulang di lakukan. Mulai dari memasang perangkap berupa besi sampai menggunakan drone atau pesawat tanpa awak yang dilakukan oleh BKSDA Sulteng

Bahkan, Panji si Petualang juga pernah melakukan upaya penyelamatan buaya berkalung ban tersebut. Namun upayanya gagal.

Kemudian ada juga Matthew Nicolas Wright atau Matth Wright dan Chris Wilson, dua ahli buaya asal Australia yang juga pengisi acara TV National Geographic, belum berhasil menyelamatkan buaya berkalung ban dari jeratan di lehernya.

Buaya Berkalung Ban di Palu Akhirnya Selamat dari Lilitan di Lehernya 1

Komentar