PALU – Sepanjang tahun 2019, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu mengungkap, bagian pemberantasan lembaga ini merehabilitasi sebanyak 206 orang terpapar narkoba. Dari 206 orang ini, didominasi oleh pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) bahkan Sekolah Dasar (SD).
“Berdasarkan data rehabilitasi tahun ini, sebanyak 114 orang menjalani rawat jalan, 81 rawat inap dan 11 orang dirujuk ke rumah sakit. Sementara berdasarkan jenis kelamin, 202 orang berjenis kelamin laki-laki dan 4 orang perempuan. Umur di bawah 18 tahun 103 orang dan 103 orang di atas 18 tahun. Biasanya mereka ini hanya coba-coba. Lama-lama jadi ketagihan,” jelasnya Kepala BNN Kota Palu AKBP Abire Nusu, memberikan keterangan pers, di Palu, Senin (23/12).
Dalam kesempatan itu Abire mengimbau pengguna narkoba khususnya di Kota Palu, yang ingin berhenti dan keluar dari jeratan barang haram tersebut agar tidak perlu takut mendatangi BNN Palu.
Abire, menyampaikan tahun depan pihaknya diberi target lebih rendah dari tahun ini, karena mengingat terbatasnya anggaran.
Sementara, BNN juga telah berhasil mengungkap lima kasus penyalahgunaan Narkotika dan obat-obatan terlarang ini, yang melibatkan sembilan tersangka.
“Dari dua target yang diberikan pada kami, tahun ini kami bisa menangani lima kasus. Di banding tahun lalu dari dua target kami bisa menangani tiga kasus,” ujarnya.
Dia mengatakan, dari lima kasus tersebut, pihaknya mengamankan barang bukti (Babuk) sabu-sabu sebanyak 21 kg lebih, Ganja 1 kg lebih. (YAMIN)

