Skrol untuk membaca pos

BMKG: Tidak Benar Gelombang Panas Terjadi di Indonesia

Muh. Rifai
Ilustrasi Cuaca Panas. portugalresident.com
A-AA+A++

JAKARTA – Beredar pesan berantai melalu media sosial bahwa gelombang panas kini melanda Negara Indonesia. Disebutkan, bahwa kini cuaca sangat panas, suhu pda siang hari bisa mencapai 40 derajat celcius, dianjurkan untuk menghindari minum es atau air dingin.

Menanggapi informasi tersebut, Humas BMKG melalui rilis di akun Twitter resminya dikutip Sabtu 13 November menyebutkan, bahwa berita yang beredar itu tidaklah benar. Kondisi suhu panas & terik saat ini tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas.

Dijelaskan, Gelombang panas dalam ilmu klimatologi adalah periode cuaca panas yang tidk biasa yang berlangsung setidaknya lima hari berturut2/lebih & disertai o/ kelembapan udara yang tinggi.

“Untuk dianggap sebagai gelombang panas, suatu lokasi harus mencatat suhu maksimum harian melebihi ambang batas statistik, misalnya 5 derajat celcius lebih panas, dari rata-rata klimatologis suhu maksimum, dan setidaknya telah berlangsung dalam lima hari berturut-turut”, tulis BMKG.

Apabila suhu maksimum tersebut terjadi dalam rentang rata-ratanya dan tidak berlangsung lama maka tadak dikatakan sebagi gelombang panas. Gelombang panas umumnya terjdi berkaitan dengan berkembanganya pola cuaca sistem tekanan atmosfer tinggi di suatu area secara persisten dalam beberapa hari.

Dalam sistem tekanan tinggi tersebut, terjadi pergerakan udara dari atmosfer bagian atas menuju permukaan (subsidensi) sehingga termampatkan dan suhunya meningkat. Pusat tekanan atmosfer tinggi ini menyulitkan aliran udara dari daerah lain masuk ke area tersebut.

Semakin lama sistem tekanan tinggi ini berkembang di suatu area, maka semakin meningkat panas di area tersebut dan semakin sulit awan tumbuh di wilayah tersebut. Berdasrkan pantauan BMKG terhadap suhu maksimum di wilayah Indonesia, suhu tertinggi siang hari ini mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir.

Tercatat, suhu >36C terjdi di Bima, Sabu & di Sumbawa pada catatan meteorologis tganggal 12-11-2020. Suhu tertinggi pada hari itu di Bandara Sultan Muhammad Salahudin, Bima yaitu 37,2C.

Namun, catatan suhu ini bukan merupakan penyimpangan besar dari rata-rata iklim suhu maksimum pada wilayah ini, masih berada dalam rentang variabilitasnya di Bulan November.

Suhu maksimum yang meningkat dalam beberapa hari ini dapat disebabkan oleh beberapa hal:

  • Pada bulan November, kedudukan semu gerak matahari adalah tepat di atas Pulau Jawa dalam perjalannya menuju posisi 23 lintang selatan setelah meninggalkan ekuator.
  • Posisi semu Matahari di atas Pulau Jawa akan terjadi 2 kali yaitu di bulan November dan April, sehingga puncak suhu maksimum mulai dari Jawa hingga NTT terjadi di seputar bulan-bulan tersebut.
  • Cuaca cerah juga menyebabkan penyinaran langsung sinar matahari ke permukaan lebih optimal sehingga terjadi pemanasan suhu permukaan. Cuaca cerah di Jakarta dalam dua hari terakhir berkaitan dengan berkembangnya siklon tropis VAMCO di Laut Cina Selatan.
  • Yang menarik masa udara dan awan-awan sehinggga menjauhi wilayah Indonesia bagian selatan sehingga cuaca cenderung menjadi lebih cerah dalam 2 hari terakhir. [Red]