oleh

Omicron di RI Sudah Terjadi Transmisi Lokal, Presiden Minta Prosedur Mitigasi Disiapkan

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran terkait menyiapkan langkah mitigasi dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kasus COVID-19 varian Omicron. Sebab, saat ini telah ditemukan kasus transmisi lokal dari varian ini. 

“Sudah terjadi transmisi lokal kasus Omicron sehingga prosedur mitigasi harus betul-betul kita siapkan. Apalagi kita memasuki tahun baru dan di Januari 2022 semua sektor sudah bergerak dengan aktivitas-aktivitasnya, baik terutama yang besar yaitu di sektor pendidikan dan perkantoran,” ujar Presiden Joko Widodo saat memimpin Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ) yang dikutip dari laman setkab.go.id, Senin, 3 Desember 2022. 

Sejak temuan kasus Omicron di Indonesia pertama kali diumumkan pada 16 Desember 2021, jumlah kasus terus bertambah dan saat mencapai 136 kasus. Presiden pun meminta agar fasilitas pelayanan kesehatan disiapkan untuk mengantisipasi kejadian kasus. 

“Saya ingin ingatkan kembali langkah-langkah yang harus kita lakukan, terutama tentang persiapan fasilitas-fasilitas kesehatan yang kita miliki, baik pusat maupun daerah,” ujar Presiden. 

Konfirmasi kasus varian Omicron hampir seluruhnya berasal dari kasus impor atau kasus impor. Oleh karena itu, Presiden menginstruksikan agar pengawasan ketat terhadap pelaksanaan perjalanan pelaku luar negeri. 

“Jangan ada lagi dispensasi-dispensasi, apalagi yang bayar-bayar itu kejadian lagi. Karena kalau kita melihat, kenaikan menjadi 136 kasus hampir seluruhnya berasal dari kasus impor. Saya berharap lagi BIN, Polri yang menyangkut soal penanganan betul-betul betul,” tegasnya. 

Selain itu, pemerintah juga terus mengencarkan pelaksanaan vaksinasi sebagai bagian dari upaya penanganan pandemi COVID-19. Presiden menyampaikan, hingga saat ini cakupan vaksinasi telah mencapai 281 juta dosis baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua. 

“Terus kita kejar sesuai dengan target yang telah kita berikan, sehingga segera kita bisa menyelesaikan baik dosis 1 maupun dosis 2. Stok vaksin, (informasi) yang saya terima dari Menteri Kesehatan, betul-betul kita pada posisi yang melimpah,” pungkas Kepala Negara.

Komentar

Masih Hangat