Kualitas Timbunan Bahu Jalan pada Proyek Jaringan Pipa di Jalan Karanja Lembah Diduga Tak Sesuai Permen PUPR

Ada kekhawatiran terhadap kesesuaian kualitas timbunan di sepanjang bahu jalan Karanja Lembah, Kota Palu akibat proyek pemasangan pipa yang dikerjakan oleh PT Jasuka-Tirta, KSO. Kekuatan konstruksi, spesifikasi, dan strukturnya diduga tidak memenuhi persyaratan regulasi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) Nomor 5 Tahun 2023.

Dalam Permen itu disebutkan, bahu jalan menjadi bagian dari konstruksi jalan yang tertuang dalam Permen PUPR Pasal 58 Ayat (1) huruf d dimensi jalan.

Pada pasal 58 ayat (1) menjelaskan dimensi jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 ayat (1) huruf d merupakan ukuran lebar bagian-bagian jalan yang terdiri atas Jalur lalu lintas; Bahu Jalan; dan/atau Median.

Kemudian pada pasal 64 menyebutkan, konstruksi bangunan pelengkap jalan sebagaimana dalam pasal 54 ayat (1) huruf h terdiri atas Beban Rencana, serta kekuatan konstruksi bangunan yang sesuai dengan karakteristik, spesifikasi, struktur, dan pemeliharaannya.

Sementara yang terjadi pada penimbunan bahu jalan Karanja Lembah yang dikerjakan PT Jasuka-Tirta, KSO ditengarai sudah menyalahi Permen PUPR Nomor 5 Tahun 2023 khususnya terkait kekuatan konstruksi spesifikasi, struktur dan pemeliharaannya.

Hasil penelusuran tim media di lokasi proyek, timbunan yang digunakan adalah bekas galian sebelumnya namun tidak dikembalikan sesuai dengan kondisi awal sebelum bahu jalan itu dibongkar. Para pekerja lapangan, menimbun kembali bekas galian dengan bekas tanah yang digali, namun tak sesuai kondisi tanah pada awalnya, sehingga kualitas timbunan tersebut sangat tidak kuat.

Sejumlah pengendara yang melintas mengeluhkan kondisi bahu jalan yang becek kala hujan, serta sangat tidak padat dan mengakibatkan sejumlah kendaraan baik roda dua dan empat terperosok.

Akibatnya, proyek pemasangan pipa dari Balai Prasarana dan Pemukiman Wilayah (BP2W) Sulteng, telah merusak badan jalan ruas Karanja Lembah milik Pemerintah Daerah (Pemda) Sulawesi Tengah (Sulteng) yakni Dinas PU Bina Marga Sulteng.

Proyek dengan kontrak HK.02.01/KONT/BPPW/PPK-AM-ST/2023/005.101/03 dengan nilai kontrak Rp46.002.008.000 itu yang dikerjakan PT Jasuka-Tirta, KSO itu, telah merusak badan jalan sepanjang Jalan Karanja Lembah.