Untuk Indonesia, seluruh pertandingan Grup A dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Artinya, Garuda akan mendapatkan keuntungan bermain di kandang sekaligus tekanan untuk tampil di depan pendukung sendiri.
Namun, status tuan rumah tidak otomatis menyelesaikan persoalan di lapangan.
Herdman harus menemukan keseimbangan antara pemain berpengalaman dan pemain yang lebih muda, mencari formula pertahanan tanpa Idzes, serta memastikan lini depan cukup produktif dalam turnamen yang jadwalnya padat.
Laga pertama melawan Singapura akan menjadi ujian awal dari proses tersebut.
Setelah itu, Malaysia sudah menunggu tiga hari kemudian.
Kemudian Bangladesh menjadi lawan terakhir fase grup pada 1 Oktober.
Tiga pertandingan, waktu yang singkat, dan tidak banyak kesempatan untuk memperbaiki kesalahan.
Kini daftar pemain sudah selesai. Bola berikutnya ada di tangan John Herdman: membuat 23 nama tersebut benar-benar menjadi satu skuad Garuda yang siap bertarung di kandang sendiri. (Red)







