Ia menambahkan pihak sekolah tidak bermaksud mempersulit.
“Untuk memberikan penjelasan saya memang menyampaikan bahwa mengurus PIP ini memang butuh kesabaran. Kami pihak sekolah sama sekali tidak mempersulit pencairan ini, bahkan sebelum kegiatan pramuka sudah dibuatkan dan diserahkan langsung surat pengantar tersebut ke penerima PIP,” tegasnya.
Guru lain, Romsikah, S.Pd, yang turut menyaksikan, membenarkan kondisi tersebut.
“Kebetulan waktu kejadian saya berada di TKP jadi memang saya melihat ibu kepsek tidak memberikan jawaban karena beliau juga bingung mau bilang apa, karena posisi masih di kegiatan pramuka dan ibu Wirna (yang membuat surat) tidak berada di tempat. Pada saat itu saya menyambung kalimat ibu kepsek bahwa untuk penerima PIP baru nomor rekening sudah ada di dapodik dan ternyata ibu kepsek sudah print data penerima PIP beserta data nomor rekening dan sudah diserahkan ke pihak bank,” ujarnya.
Kasus ini menunjukkan perlunya sinkronisasi antara pihak sekolah dan bank agar pencairan bantuan PIP tidak berulang kali terkendala oleh hal teknis. (Alwi)







