Setelah melalui proses mediasi yang panjang dan melelahkan secara emosional, akhirnya perusahaan menyampaikan komitmen konkret.
“Pihak PT. Poso Energy yang hadir mediasi mengatakan bahwa Desa Sulewana akan menjadi perhatian khusus. Perusahaan juga akan berkomitmen mengatasi semua dampak yang diakibatkan oleh aktivitas PT. Poso Energy,” ungkap Eva.
Tak berhenti di situ, dalam berita acara rapat disebutkan bahwa perusahaan bersedia mendukung program pengembangan Desa Sulewana. Salah satu bentuknya adalah pengusulan program bedah rumah untuk memperbaiki hunian warga yang rusak akibat blasting.
Meski begitu, Satgas PKA tidak serta-merta melepas pengawasan. Komitmen perusahaan akan terus dimonitor untuk memastikan implementasi berjalan sesuai kesepakatan.
Di akhir rapat, masyarakat memberikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid yang dinilai telah memberi ruang penyelesaian konflik agraria secara berkeadilan melalui pembentukan Satgas PKA. ***









