Kilauan lampu, gemuruh tepuk tangan, dan alunan musik memenuhi Lapangan Imanuel Palu saat acara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah resmi ditutup, Senin malam (12/5/2025).

Wakil Ketua II DPRD Sulteng, Sarifuddin Hafid, hadir langsung dalam momen bersejarah ini, mengungkapkan rasa bangganya atas semangat baru yang ditunjukkan rakyat Sulawesi Tengah.

Ia menyebut, bahwa rangkaian acara bertajuk Semarak Sulteng Nambaso 2025 bukan sekadar seremoni biasa, melainkan sebuah gerakan nyata yang membumikan visi dan misi Gubernur Anwar Hafid ke tengah masyarakat.

“Ini merupakan kegiatan spektakuler yang menyederhanakan pesan kepada masyarakat tentang visi misi Gubernur Sulteng, dibalut dengan berbagai kegiatan termasuk pentas seni budaya, pameran produk UMKM lokal, dan parade kebangsaan yang menampilkan keberagaman budaya dan kekayaan etnik Sulawesi Tengah,” kata Sarifuddin.

Bukan hanya di lapangan hiburan, antusiasme masyarakat juga tercermin dalam kunjungan ke Mall Pelayanan Publik yang terpusat di Jojokodi Convention Center (JCC). Mall ini menjadi pusat pelayanan serba cepat selama acara berlangsung, mempertemukan kebutuhan administratif masyarakat dengan inovasi layanan publik.

“Alhamdulillah, Mall Pelayanan Publik yang terdiri dari beberapa OPD termasuk Dinas Pendidikan berhasil mencatat sebanyak 79 ribu orang mendaftarkan diri untuk program beasiswa kuliah di Sulawesi Tengah. Ini angka yang luar biasa dan semoga semuanya memenuhi syarat agar bisa menjadi bagian dari generasi unggul Sulteng,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti dampak positif kegiatan ini terhadap geliat ekonomi lokal, di mana pelibatan UMKM dalam event ini membuat perputaran uang di tengah masyarakat benar-benar terasa. Menurutnya, ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Sarifudin Hafid tak lupa memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh panitia, stakeholder, dan masyarakat yang terlibat.

“Meski di tengah keterbatasan anggaran, kita tetap bisa menyajikan kegiatan yang membanggakan dan penuh makna,” ujarnya.

Ia berharap, event seperti ini tidak hanya berhenti sebagai ajang perayaan tahunan, tetapi bisa menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang Provinsi Sulawesi Tengah.

“Ini harus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya.

Suasana malam itu makin semarak dengan penampilan artis ibu kota seperti Jacson Miran, NDX, dan AKA, serta deretan band lokal yang sukses menghipnotis ribuan warga Palu dan sekitarnya. Semarak Sulteng Nambaso bukan hanya sebuah acara, melainkan simbol kebangkitan spirit baru Sulawesi Tengah: hidup, bersatu, dan terus melangkah maju.***