Skrol untuk membaca pos

Mekar di Balik Siraman: Awal Baru Luna Maya dan Maxime Bouttier di Pulau Dewata

Muh. Rifai
Momen Lunamaya mencium sang ibunda saat prosesi siraman. Foto Tangkapan Layar Story Instagram Lunamaya
A-AA+A++

Di tengah hijaunya pepohonan tropis dan aroma bunga melati yang menyeruak dari tiap sudut vila terbuka di Bali, Luna Maya duduk bersimpuh di atas tikar pandan. Angin lembut menyibak helai-helai bunga yang menjuntai dari sanggul rambutnya, sementara mata ibunya tampak berkaca-kaca, menggenggam kendi berisi air dari tujuh mata air suci. Dalam sunyi yang hampir sakral, air mengalir lembut ke kepala Luna, membasuh bukan hanya tubuh, tapi juga masa lalunya, sebagai simbol kesiapan memasuki gerbang baru kehidupan.

Tanggal 6 Mei 2025 menjadi saksi bisu dimulainya rangkaian suci menuju pernikahan Luna dan Maxime Bouttier. Meski prosesi siraman digelar tertutup, hanya dihadiri keluarga serta sahabat terdekat, momen sakral ini tetap dibagikan kepada publik melalui kanal YouTube Luna Maya x TS Media. Lewat layar, publik bisa ikut merasakan getar haru yang tak terucap dari wajah Luna, perempuan yang selama ini dikenal kuat, kini menjalani tradisi adat dengan kelembutan yang luar biasa.

Luna mengenakan kebaya putih gading berhiaskan untaian melati. Wajahnya tenang, namun tak bisa menyembunyikan emosi saat ia bersimpuh di hadapan ibunya dan kakaknya.

Ia melakukan sungkem, sebuah ritual permohonan restu yang sarat makna. Sang ibu, dengan suara bergetar namun penuh kasih, berkata lirih, “Melihat Luna di hari ini seperti melihat bunga yang mekar sempurna. Dia telah tumbuh menjadi wanita yang kuat dan penuh cinta.”

Air siraman berasal dari tujuh sumber mata air yang masing-masing dipercaya membawa berkah dan keselamatan. Diguyurkan perlahan oleh sesepuh keluarga, orang tua, dan ditutup oleh sang juru rias pengantin, tiap guyuran menjadi doa yang tak terdengar, untuk kehidupan rumah tangga yang damai, tulus, dan penuh cinta. Bunga-bunga mengapung di permukaan air, seolah ikut mendoakan langkah baru yang akan diambil Luna dan Maxime.

Di sisi lain, Maxime tampak mengenakan busana adat dengan penuh hormat. Diam, tenang, dan hadir dalam setiap detik momen itu. Meski berasal dari latar budaya yang berbeda, ia mengikuti seluruh rangkaian dengan sikap penuh penghargaan. Tak ada jeda antara dua dunia yang bertemu; yang ada hanya kekompakan dalam rasa dan niat yang sama, menyatukan hidup dalam pernikahan.