Skrol untuk membaca pos

Tindakan Anarkis Kepolisian, Bukti Gagalnya Demokrasi 

Muh. Rifai
Moh Siddiq Djatola. Foto: Ist
A-AA+A++

PALU, Infopena.com – Anarkisme aparat kepolisian yang terjadi baru-baru ini terhadap sejumlah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat menggelar aksi 20 tahun reformasi di depan istana negara, Selasa (21/5/2018), dinilai sebagai bukti gagalnya demokrasi di Indonesia.

Mengapa tidak, kebebasan berfikir dan berpendapat mahasiswa masih saja disambut dengan anarkisme aparat keamanan. Tidak tanggung-tanggung, dalam mengamankan aksi mahasiswa, aparat keamanan berbuat kekerasan hingga mahasiswa harus dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan kejadian itu, Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sulawesi Tengah, Moh Siddiq Djantola menyimpulkan demokrasi di Indonesia gagal total.

“Bayangkan saja, kalau kebebasan berbicara mahasiswa selalu disambut dengan pukulan dan tendangan, mau jadi apa demokrasi Indonesia,” katanya kepada Media ini, Rabu (23/5/2018).

Siddiq menambahkan, anarkisme aparat kepolisian juga seringkali terjadi di beberapa daerah kepada berbagai organisasi. Padahal tuntutan mahasiswa merupakan bagian dari kritik membangun untuk pemerintah. Sehingga, dapat berjalan lebih baik mewujudkan kesejahteraan dan keadilan di Indonesia.

Lebih jauh lagi, aksi brutal aparat ini kata Siddiq sungguh tidak sejalan dengan perjuangan mahasiswa di tahun 1998 yang dimana buah dari kemandirian insitusi polri hingga lepas dari militer Angkatan bersenjatan Republik Indonesia (ABRI) merupakan kerja keras mahasiswa.

“Kondisi seperti ini tidak pernah berubah. Aksi mahasiswa dicap sebagai aksi yang menggangu ketertiban dan keamanan masyarakat, hingga harus ditindaki dengan kekerasan,” ujarnya.

Disisi lain, anarkisme aparat keamanan ini terkesan membuktikan bahwa pemerintah saat ini tidak jauh berbeda dengan pemerintah dimasa orde baru, yang dimana hak mahasiswa dibatasi dan dikurung.

“Pemerintah rasa orde baru. Ini identitas pemerintah kita hari ini,” ucapnya.

Olehnya itu, alumni Fakultas Hukum Untad ini mengecam tindakan aparat kepolisian yang dinilai sudah diluar batas dan tidak mencerminkan nilai kepolisian sebagai mitra mahasiswa.

“Saya mengecam aksi kepolisian. Ini sudah diluar batas, tindakan yang tidak mencerminkan nilai dan citra kepolisian,” tegasnya. RAF
[related-content]