Gubernur berikutnya diharap dapat menonjolkan dirinya sebagai gubernur yang tidak hanya bernyali, namun mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Silahkan kita pesimis mendengar dan membaca pikiran Ahmad Ali di mana-mana dia sampaikan. Tapi kita bisa beri kesempatan untuk membuktikannya ketika dia menjadi gubernur. Banyak orang melihat Ahmad Ali modal padat, tapi dia bisa salah dan rusak jika salah pakai dana sendiri untuk kepentingan,” jelas Irwan mengungkap kritik dari beberapa kalangan soal sosok Ahmad Ali.
Terpisah, mantan Kepala Perwakilan Ombudsman Sulawesi Tengah Sofyan Lembah mengatakan, gubernur Sulteng ke depan bisa meniru keterbukaan mantan Gubernur Paliudju. Menerima saran dan pemikiran para cendekiawan untuk dijadikan pertimbangan dalam membuat kebijakan.
Sofyan mencontohkan, Paliudju punya program Gerakan Membangun Desa. Program itu didiskusikan melibatkan para cendekiawan, sehingga bisa masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) provinsi.
Selain itu, Sofyan juga menyampaikan beberapa hal yang perlu dilakukan oleh Ahmad Ali jika diberi amanah oleh masyarakat untuk jadi pemimpin Sulawesi Tengah mendatang.
“Budaya disiplin kerja harus menjadi perhatian Ahmad Ali jika diberi amanah sebagai Gubernur Sulteng 2024 mendatang,” tandasnya.









