Menjelang berakhirnya masa jabatan pertamanya, suami Sry Nirwanti Bahasoan ini kembali bertarung melawan politisi handal dan bermodal besar pada tahun 2012 hingga 2018.
Dalam pertarungan politik 5 tahunan itu lagi-lagi Anwar Hafid keluar sebagai pemenangnya dengan masa pemerintahan periode kedua di Morowali.
Di bawah kepemimpinannya, Morowali mengalami kemajuan dan perkembangan yang signifikan, menarik investasi yang besar dan menyediakan banyak lapangan kerja bagi pekerja dari berbagai wilayah Indonesia dan luar negeri di PT. Bintang Empat atau IMIP yang mengelola industri pertambangan nikel terbesar di tanah air.
Setelah dua periode memimpin Morowali, Anwar Hafid semakin menunjukkan kepiawaian berpolitiknya. Selain memimpin Partai Demokrat Sulawesi Tengah, ia juga berhasil menduduki kursi DPR-RI dua periode berturut-turut (2019–2024 dan 2024-2029).
Sukses menjadi bupati dan politikus, Anwar Hafid bercita-cita menjadi gubernur Sulawesi Tengah sejak tahun 2020, meski dukungan partainya saat itu kurang memadai.
Pada Pilgub 2024 mendatang, Anwar Hafid, anak yang hidup terbatas dari tahun 70an dan 80an ini kembali menyatakan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai gubernur.
“Menjadi gubernur di Sulawesi Tengah tidak hanya diperuntukkan bagi orang-orang kaya. Kita, yang berasal dari keluarga yang tidak mampu, juga bisa menambakan peran tersebut. Olehnya tolak politik uang, jika kita orang miskin mau jadi Gubernur. Ambil uangnya jangan pilih orangnya bila ada yang datang bawa amplop,” tegas Anwar Hafid dalam setiap orasinya saat deklarasi.
dr. Reny Lamadjido akan berpasangan dengan Anwar Hafid sebagai wakil gubernurnya pada Pilgub Sulteng 2024. Mereka didukung oleh Partai Demokrat (8 kursi), PBB (1 kursi), dan PKD (5 kursi), yang totalnya berjumlah 14 kursi.
Reny adalah putri mendiang Abdul Aziz Lamadjido, yang menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Tengah ke-7 dan penggagas program Gerakan Pembangunan Desa yang terkenal.
Pasangan calon (Balon) yang mengusung slogan BERANI (BERSAMA ANWAR RENI) ini bertujuan untuk memastikan generasi muda Sulawesi Tengah yang kurang mampu mendapatkan kesempatan pendidikan dengan aktif terlibat dalam upaya sosialisasi.









