Skrol untuk membaca pos

Menperin Diminta Investigasi Kecelakan di ITSS Morowali, Ketua SBIPE: Kami Siap Fasilitasi

Muh. Rifai
Serikat Buruh Industri Pertambangan dan Energi (SBIPE) IMIP Morowali saat mengunjuk rasa menuntut Perbaikan K3 dan Kenaikan Upah 26, Februari 2024 lalu. FOTO: Istimewa
A-AA+A++

“Jika diperlukan, kami akan melakukan inspeksi lapangan untuk menjamin kepatuhan terhadap standar tersebut,” tegas Agus seperti diberitakan Detikfinance.

Sementara, Manager Media Relations PT IMIP Dedy Kurniawan mengatakan, bahwa kecelakaan yang terjadi di PT. ITSS (Indonesia Tsingshan Stainless Steel) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah bukanlah ledakan pada tungku smelter.

Dalam kecelakaan itu, dua karyawan PT ITSS salah satu Tenant di Kawasan Industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dilarikan ke Klinik IMIP usai terkena uap panas ferronickel pada Kamis (13/6/2024) sekitar pukul 22.00 WITA. Kini, kondisi kedua korban dikabarkan membaik usai mendapatkan perawatan medis ketika di rujuk ke RSUD Bungku.

“Itu benar. Namun sekali lagi kami tegaskan bahwa itu terjadi bukan karena ledakan, melainkan semburan uap panas ketika karyawan melakukan pembersihan terak baja yang terdapat di lantai pabrik,” ungkapnya melalui keterangan tertulis Jumat, 14 Juni 2024.

Menurut Dedy, kejadian itu berawal ketika sejumlah karyawan sedang melakukan pembersihan lantai pabrik dari ceceran terak baja. Untuk mempermudah proses pembersihan, dilakukan pemotongan terak baja tersebut. Usai dipotong, tiba-tiba salah seorang karyawan menyiram air pada terak baja yang baru saja dipotong dengan maksud untuk mempercepat proses pendinginan. Akibatnya, terjadi semburan uap panas dan mengenai dua orang karyawan.

“Kedua karyawan yang terluka saat ini sudah mendapat perawatan di RSUD Bungku dan kondisi kedua korban dalam keadaan sadar. Saat ini, penanganan yang dilakukan oleh pihak tim Safety IMIP adalah melakukan investigasi kecelakaan kerja di tempat tersebut”, ujarnya.