“Nah, kalau proyeknya dikerjakan tidak mengacu pada aturan yang sebenarnya, maka azas manfaatnya tidak akan sampai ke masyarakat korban bencana. Mau jadi apa daerah kita ini,” ujar Razak.
Oleh sebab itu ia meminta semua pihak terkait, utamanya pihak BP2W Sulteng dan PT PP supaya tidak menjadikan proyek rehab rekon di Sulteng meraup keuntungan semata dengan mengabaikan kualitas konstruksi pekerjaan.
Razak kembali mendorong pihak APH untuk segera mengusut proyek SPAM Pasigala, mulai dari proses lelang sampai dengan pengerjaannya yang serampangan.
Gejala Nakal Perusahaan Milik Negara di Proyek SPAM Pasigala! Asbudianto: Kontraktor Kerja Asal-asalan
Diberitakan sebelumnya, paket ini bernama Proyek Construction of Water Distribution Pipe and House Connection Zone 3 and Zone 4 in Palu Regency dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Di mana PT PP sudah menggali bahu jalan sepanjang ruas Biromaru-Karanjalemba, namun dalam pengerjaannya kembali menggunakan material asal-asalan.
Paket ini menelan anggaran dengan kontrak sebesar Rp155.424.228.000,00 Tahun Anggaran (TA) 2023 yang melekat di Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Permukiman BP2W Sulteng.









