Skrol untuk membaca pos

Ketum KNPI Riyano Panjaitan Hadiri Pelantikan PB LS-ADI dan KORSA

Muh. Rifai
A-AA+A++

Selanjutnya, Ketum KORSA Yunarti Patilima menuturkan bahwa KORSA lahir dari rahim gerakan perempuan pada tubuh LS-ADI yang mengalami berbagai macam dinamika.

“Selain dorongan dari Dewan Penasehat, Dewan-dewan Pembina dan Pengurus Besar LS-ADI, kelahiran korsa telah konsisten menyuarakan kesetaraan gender, dengan tegas menolak segala sesuatu yang di marjinalkan, didiskriminasi, bahkan direndahkan oleh kebudayaan baik dalam bidang politik, ekonomi, maupun kehidupan sosial pada umumnya,” katanya kepada Alkhairaat.com, Selasa (17/05/2022).

Ketum KORSA mengajak kader KORSA harus menatap masa depan, Kondisi KORSA kedepan harus menyentuh dua prinsip yaitu kader yang responsif dan mandiri.

“Responsif terhadap persoalan persoalan perempuan yang begitu banyak terjadi, misalnya pelecehan seksual, kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, dan lainnya yang harus dihadapi oleh banyak perempuan,” jelasnya.

“Untuk itu kita bisa menjadi wadah untuk memberikan segala solusi dan bisa memecahkan masalah yang terjadi pada perempuan. Masalah ini bukanlah isu individu atau domestik, melainkan masalah kita semua,” tambahnya.

Selanjutnya, katanya kader KORSA yang Mandiri yaitu produktif dalam semua lini kehidupan, memiliki jiwa kepemimpinan, siap mengambil resiko dan berani bertanggung jawab.

“Tentu tidak luput garis koordinasi KORSA terhadap LS-ADI yang menjadi keharusan membangun kolaborasi berjuang untuk Organisasi Responsif, Mandiri dan Mendunia,” tutupnya.