JAKARTA – Siapa yang tidak mengenal Albert Einstein, seorang fisikawan teoritis kelahiran Jerman dengan IQ 160. Dengan kegeniusannya, dia berhasil mengembangkan teori relativitas yang menjadi salah satu pilar utama fisika modern.
Namun tahu anda bahwa diabad ke 21 ini, lahir seorang bocah jenius dengan IQ melebihi Albert Einstein. Dia adalah Adhara Perez Sanchez yang lahir di Meksiko tahun 2011 lalu.
Dikutip dari people.com, Adhara Perez Sanchez memiliki IQ 162 atau lebih tinggi dari IQ Albert Einsten dan Stephen Hawking yang memiliki IQ 160.
Adhara Perez Sanchez yang baru berusia 10 tahun pada tahun 2021 ini, bahkan kini telah menjadi mahasiswa di Universitas CNCI Meksiko dengan mengambil dua jurusan sekaligus yakni teknik industri dengan fokus matematika dan rekayasa sistem.
Diusianya yang baru 10 tahun itu, Adhara Perez Sanchez bahkan sudah pernah menulis buku dengan judul Do Not Give Up yang berisi pengalaman hidupnya. Dia bahkan masuk dalam 100 Most Powerful Women in Mexico versi Forbes Neksiko.
Semasa kecil, Adhara Perez Sanchez sempat menjadi bahan ejekan dan bulian dari teman – teman sekolahnya, karena kesulitan berinteraksi sosial. Beberapa temannya bahkan memanggil Adhara Perez Sanchez dengan sebutan “Aneh” yang membuatnya depresi dan tidak mau pergi ke sekolah.
Menurut sejumlah guru di sekolahnya, Adhara Perez Sanchez kerap kali tidur selama pelajaran di kelas dan menunjukkan sedikit ketertarikan terhadap materi pelajaran. Bahkan dia lebih sering belajar di rumah, sehingga ibunya memutuskan untuk mencari metode pembelajaran lain setelah putrinya itu mengalami depresi dan tak mau pergi ke sekolah lagi.
Namun setelah terungkap bahwa Adhara Perez Sanchez memiliki otak jenius karena memiliki nilai IQ yang tinggi, akhirnya ia pun mendapatkan metode pembelajaran yang tepat untuknya dan belajar di sekolah khusus untuk anak berbakat.
Setelah menempuh pendidikan yang terbilang cepat, Adhara Perez Sanchez akhirnya lulus SMA saat usianya masih delapan tahun. Setelah lulus SMA, dia mendaftar di Universitas CNCI Meksiko dan diterima sebagai mahasiswa di universitas itu.
Kini, bocah berusia 10 tahun ini punya ambisi melanjutkan pendidikan ke Universitas Arizona. Dia berharap bisa diakui oleh NASA untuk program eksplorasi luar angkasa demi mencapai cita-citanya.

