JAKARTA – Korban meninggal akibat Gempa Haiti yang berkekuatan M7.2 naik menjadi 1.297 per hari ini Minggu, 16 Agustus 2021.
Gempa ini juga menyebabkan sedikitnya 5.700 orang terluka dan ribuan lainnya mengungsi dari rumah mereka yang hancur atau rusak.
Melansir IndiaToday, Badan Penanggulangan Bencana setempat mengatakan, lebih dari 7.000 rumah hancur dan hampir 5.000 rusak. Rumah sakit, sekolah, kantor dan gereja juga terkena dampaknya.
Korban selamat di beberapa daerah terpaksa menunggu di tempat terbuka di tengah panas yang menyengat untuk mendapatkan bantuan dari rumah sakit yang juga kelebihan bebannya.
Perdana Menteri Ariel Henry mengumumkan keadaan darurat selama satu bulan untuk seluruh negeri dan mengatakan dia sedang mengirimkan bantuan ke daerah-daerah di mana kota-kota hancur dan rumah sakit kewalahan.
Mantan senator itu menyewa pesawat pribadi untuk memindahkan orang-orang yang terluka dari Les Cayes ke Port-au-Prince untuk mendapatkan bantuan medis.
“Yang paling penting adalah memulihkan sebanyak mungkin orang yang selamat di bawah reruntuhan,” kata Henry.
“Kami telah mengetahui bahwa rumah sakit setempat, khususnya di Les Cayes, kewalahan dengan orang-orang yang terluka dan retak.” tambah Henry.
Saat ini, rumah sakit di Haiti kewalahan melayani pasien terluka karena bertetepan dengan pandemi.
Pekerja medis dari seluruh wilayah berebut untuk membantu karena rumah sakit di Les Cayes mulai kehabisan ruang untuk melakukan operasi.
Seperti diketahui, gempa tersebut melanda sekitar 60 mil sebelah barat dari gempa magnitudo 7,0 yang mengguncang Haiti pada 2010 lalu dengan menewaskan sebanyak 300.000 orang.
Angka kematian dalam gempa tahun 2010 itu merupakan perkiraan pemerintah, yang dibantah oleh para peneliti independen.

