Skrol untuk membaca pos

Lima Kali Suara Guguran dari Gunung Merapi, Ini Penjelasan BPPTKG

Muh. Rifai
Gunung Merapi. Foto Istimewa Via Potensibisnis.pikranrakyat.com
A-AA+A++

YOGYAKARTA – Sebanyak lima kali suara guguran terdengar dari Gunung Merapi berdasarkan periode pengamatan pada Sabtu, 19 Desember 2020 mulai pukul 00.00 WIB sampai 24.00 Wib.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya di Yogyakarta, Ahad, 20 Desember 2020 menjelaskan, suara guguran di gunung api aktif itu terdengar dengan intensitas sedang hingga keras dari Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Jrakah, PGM Babadan, serta Dusun Tunggul Arum, Wonokerto, Turi, Sleman.

Pada periode tersebut, BPPTKG juga mencatat 38 kali gempa guguran, 153 kali gempa fase banyak, 43 gempa vulkanik dangkal, serta 17 kali gempa embusan.

Berdasarkan pengamatan visual, asap kawah tidak teramati keluar dari puncak gunung yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu.

Laju deformasi Gunung Merapi diukur menggunakan electronic distance measurement (EDM) Babadan rata-rata sembilan centimeter dalam tiga hari.

BPPTKG telah menaikkan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Untuk penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

BPPTKG meminta pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Klaten, Jawa Tengah juga diminta mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat. [Ant]

Berita Lainnya

Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Masih Tinggi
Gunung Merapi Keluarkan Guguran Lava 110 Kali
Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran
Gunung Merapi Keluarkan Guguran Awan Panas dengan Jarak Luncur 1,2 Km
Gunung Merapi Keluarkan Lava Pijar 1.000 Meter
Merapi Erupsi Besar, Sudah Keluarkan APG 36 Kali