PALU – Gempa dengan magnitudo 6,2 mengguncang Maluku Tangah, (8/9/2020) pada pukul 07:45 Wib.
Gempa itu bepusat di Laut 198 km Tenggara Maluku Tengah. Tepatnya di 4.86 Lintang Selatan (LS) dan 129.82 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 193 km.
Gema ini diraskan di Sorong, Ambon, Kairatu, Banda, Manokwari dan Kaimana.
Warga merasakan gempa sekitar 2 hingga 3 detik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah memantau masyarakat tidak panik saat gempa terjadi. Sedangkan di Kabupaten Seram Bagian Timur, masyarakat tidak merasakan gempa tersebut. BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur melaporkan kondisi masyarakat kondusif.
Berdasarkan analisis InaRISK, ada 17 kecamatan dengan tingkat risiko bahaya gempa bumi sedang hingga tinggi. Estimasi populasi terpapar berjumlah 295.198 jiwa.
BNPB selalu mengimbau masyarakat siaga dan waspada terhadap potensi ancaman bahaya gempa. BMKG menginformasikan beberapa waktu lalu (31/9) terkait zona aktif gempa yang perlu diwaspadai, antara lain Banda Aceh, Bengkulu, Selat Sunda, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumba, Sigi dan Matang, Maluku Utara dan Sarmi.
Selain Maluku Tengah, pada pukul 9.06 Wib, gempa juga terjadi di Kabupaten Sukabumi dengan magnitudo 4,9.
BMKG melaporkan, gempa itu berpusat di laut 90 km barat daya Kabupaten Sukabumi. Tepatnya di 7.80 Lintang Selata (LS) dan 106.50 Bujur Timur (BT).
Gempa dirasakan, Sukabumi dan Cimahi.
Meski tidak berpotensi tsunami, BMKG mengimbau tetap waspada terhadap gempa susulan dan tidak mempercayai informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. [***]

