Skrol untuk membaca pos

Logo HUT RI Ke-75 Dituduh Mirip Salib, Ini Respon Istana

Muh. Rifai
A-AA+A++

JAKARTA – Logo yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus mendatang menuai kontroversi.

Dari berbagai pemberitaan di media, Ormas Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mempersoalkan design logo tersebut karena menyerupai salib. Mereka meminta logo yang terpasang di spanduk itu segera dicabut dan diganti dengan yang lain.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Kemensetneg Setya Utama mengatakan, logo itu telah sesuai dengan pedoman visual penggunaan logo peringatan HUT ke-75.

“Sesuai dengan pedoman visual penggunaan logo peringatan HUT ke-75 RI,” ujar Setya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (10/8).

Dalam pedoman tersebut menjelaskan bahwa logo yang disebut menyerupai simbol salib itu adalah ‘supergraphic’.

Supergraphic terdiri dari 10 elemen yang diambil dari dekonstruksi logo 75 tahun yang dipecah menjadi 10 bagian.

“Pecahan ini merepresentasikan komitmen dan nilai luhur Pancasila,” dikutip dari pedoman visual logo peringatan ke-75 RI.

Untuk pengaplikasiannya, supergraphic ini disebut cukup fleksibel karena bersifat abstrak yang merupakan rakitan dari 10 pecahan yang menjadi satu kesatuan bentuk.

Artinya dalam pemasangan logo supergraphic, dapat disusun 10 pecahan itu sesuai model yang diinginkan.

Logo ini kemudian dapat dipasang di foto, banner, media sosial, maupun spanduk ucapan peringatan kemerdekaan ke-75 RI. [CNN]