PASANGKAYU – Setelah 7 hari mendapat penanganan serius di RSUD Provinsi Sulbar, satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), asal Desa Ako, Pasangkayu, Sulawesi Barat, terkonfirmasi positif Coronavirus Disesase (Covid-19).
Hal Itu diketahui setelah hasil tes SWab di Makassar yang keluar pada Sabtu 11 April 2020.
Suri Fitriah Kepala Dinas Kominfopers Pasangkayu mewakili gugus kerja percepatan penanganan covid 19 Kabupaten Pasangkayu selaku juru bicara, membenarkan satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Pasangkayu positif terpapar Corona.
“Benar warga yang beralamat desa Ako yang di rujuk ke RSUD Provinsi Sulawesi Barat pada tanggal 4 April lalu, berdasarkan hasil tes SWab di Makassar yang keluar pada hari ini tanggal 11 April 2020 dinyatakan positif corona,” Ungkap Suri Fitriah dalam release yang dikirim di group whatsapp, Sabtu (11/4).
Saat ini lanjut Suri Fitriah, yang bersangkutan masih dalam penanganan serius di RSUD provinsi Sulbar, sementraa pihak keluarga yang bersangkutan, dalam pemantauan pihak Dinas Kesehatan dengan status Orang Dalam Pantauan(ODP).
Saat ini pihak Dinas Kesehatan juga sedang melakukan survey untuk mengetahui riwayat kontak yang bersangkutan untuk kemudian di jadikan bahan dalam pengambilan langkah selanjutnya terkait penanganan covid di Pasangkayu.
Terkait hal ini, Kadis Suri Fitriah menyampaikan agar seluruh masayarakat untuk tidak panik. Ia pun mengumbau agar tetap memakai masker saat keluar dan tetap mengikuti protokol sehat sesuai arahan pemerintah terkait covid 19, sebisa mungkin tetap menahan diri untuk tetap di rumah.
“Marilah menjadi masyarakat siaga covid 19 dengan turut serta memantau siapa saja yg tiba di wilayah kita dan melaporkan ke petugas setempat. Kiranya kita semua bisa bergotong royong melawan covid, bekerjasama dengan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus tersebut,” Ajak Suri.
Seperti diberitakan sejumlah media, sebelumnya yang bersangkutan telah menerima tamu dari Makassar yang sedang perjalanan menuju ke Kota Palu untuk menghadiri pesta disana. Setelah kembali dari Palu, warga Makassar itu, kembali menginap di rumah si pasien PDP tersebut. Setelah itu si pasien merasa demam dan lemas. (Ardi)

