Skrol untuk membaca pos

13 Gempa Susulan Terjadi Usai Gempa M 6,3 di Bali

Muh. Rifai
A-AA+A++

DENPASAR – Sebanyak 13 gempa susulan mengguncang Bali setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,3 mengguncang Bali, Kamis (19/3/2020) dini hari, pukul 00.45 WIB. Gempa dilaporkan tak menimbulkan kerusakan meski membuat warga panik.

Semula disebutkan gempa berkekuatan M 6,6. Setelah dilakukan pemutakhiran, gempa berkekuatan M 6,3. Lokasi gempa berada di 273 kilometer barat daya Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali dengan kedalaman 10 kilometer.

Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar juga mencatat sebanyak 13 gempa susulan hingga saat ini pasca gempa tersebut.

“Sampai saat ini telah terjadi 13 kali gempa susulan. Magnitudo gempa susulan bervariasi, terkecil adalah magnitudo 2.9 dan yang terbesar magnitudo 4,7,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Sanglah Denpasar, Ikhsan, seperti dilansir Jurnalnews jejaring Infopena.

Ia mengungkapkan, gempa susulan terakhir terjadi pada pukul 08:51:49 WITA. BMKG Stasiun Geofisika Denpasar masih terus melakukan pemantauan. Getaran gempa yang dirasakan di wilayah Bali khususnya Denpasar intensitas IV MMI.

Sampai saat ini, BMKG maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar belum menerima laporan dan soal kerusakan akibat gempa tersebut.

Gempa dilaporkan sempat membuat warga mengalami kepanikan. Saat kejadian tak sedikit pemuda di Bali yang masih berkumpul di balai desa untuk menyelesaikan karya seni ogoh-ogoh.

Ketika gempa terjadi, suara kukul (kentungan) dibunyikan untuk membangunkan warga lainnya diiringi terikan ‘hidup, hidup, hidup’ yang bersahutan.

“Saya dan beberapa teman saat kejadian masih buat ogoh-ogoh di balaj banjar. Kami dengar suara kentungan dan teriakan hidup, hidup, hidup. Cukup terasa guncangannya,” ujar Koming, warga Gianyar.

Teriakan ‘hidup’ di Bali bermakna mengabarkan yang lain bahwa mereka selamat. Selain itu secara mental bermaksud untuk membalik kesadaran yang awalnya panik menjadi tenang.

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 6,6 mengguncang Bali, tepatnya di Kuta bagian selatan, Kamis (19/3/2020) dini hari.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun Twitternya @infoBMKG menyatakan gempa terjadi pukul 00.45 WIB.

Episentrum gempa berada di 273 kilometer barat daya Kuta Selatan dengan pusat gempa di kedalaman 10 kilometer. [***]