Skrol untuk membaca pos

ACT Sulteng Bawa Beras dan Pakaian Bantu Korban Banjir Poso

Muh. Rifai
Penanggung Jawab Program ACT Sulteng Mustafa.
A-AA+A++

PALU – Lembaga kemanusiaan global Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Sulawesi Tengah, bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) membuka posko untuk penanganan dampak banjir bandang di Desa Lengkeka, Kecamatan Lore Barat Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Penanggung jawab program ACT Sulawesi Tengah, Mustafa , Rabu (4/3), mengatakan, sejumlah sukaralewan dari MRI akan diberangkatkan ke lokasi banjir dengan membawa sejumlah bantuan. Bantuan itu berupa beras maupun bantuan paket sandang seperti selimut, pakaian baru, dan pakaian dalam hingga handuk.

“Sore hari ini kami akan berangkat ke lokasi banjir di Lengkeka dengan membawa sejumlah logistik untuk korban banjir bandang. Setiba di sana kami juga akan melakukan asesmen untuk mengetahui jumlah warga terdampak banjir,” kata Mustafa, dalam rilis diterima media ini.

Mustafa mengatakan, menjadi kebutuhan dasar korban banjir saat ini adalah makanan dan pakaian. Sehingga setiba di lokasi pihaknya akan membuka posko banjir dan selanjutnya menyalurkan bantuan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 913 Jiwa pengungsi desa Langkeka butuh segera bantuan berupa makanan, air mineral, pakaian layak, akibat banjir bandang menerjang desa Langkeka, Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso sekira pukul 14.00 WITA Selasa (3/3).

Lewat sambungan telpon Camat Lore Barat, Rabu (4/3) Rully Labulu mengatakan, saat ini 900 lebih warga telah diimbau untuk mengungsi ke tempat lebih aman. “Saat ini baru sekitar 100 orang dievakuasi ke kantor camat, dan terus bergerak, ” kata Ruly.

Dia mengatakan, saat ini para pengungsi perlu bantuan makanan, air mineral, selimut dan pakaian layak pakai. Ia mengatakan, banjir bandang menerjang desa Langkeka, membawa material lumpur, batu dan kayu.

Dia menyebutkan, dari informasi didapatkan dari warga, banjir terjadi sekira pukul 14.00 WITA, saat itu hujan rintik-rintik. Akibat banjir ini dilaporkan, 10 rumah disapu banjir, 11 rumah rusak berat, 51 rumah rusak ringan, 1 orang warga belum diketahui keberadaanya. “Sebelumnya desa ini pernah diterjang banjir 2007 silam,” katanya.

Sebelumnya BNPB merilis, korban dilaporkan 1 warga hilang atas nama Ibu Bambang diduga terbawa arus dan masih dalam pencarian. Saat ini tim gabungan SAR, BPBD dan Brimob terus bergerak menuju lokasi banjir. [Red]