Skrol untuk membaca pos

Warga Desa Rano Donggala Puluhan Tahun Menanti Listrik dan Perbaikan Jalan

Muh. Rifai
Salahsatu ruas jalan menuju desa Rano mengalami kerusakan dan berlumpur Jumat (28/2), Foto : Ist
A-AA+A++

PALU – Warga Dusun I sampai Dusun IV, Desa Rano, Kecamatan Balaesang Tanjung, Donggala meminta perhatian pemerintah agar memperbaiki infrastruktur jalan dan mengaliri listik PLN.

Sebanyak 410 Kepala Keluarga atau 1400 jiwa yang mendiami desa itu. Untuk sampai ke desa Rano, sesudah Desa Kamonji akan melewati jalan sekitar 11 kilometer, mengalami kerusakan, bahkan berkubang cukup dalam serta berlumpur.

Suasana desa Rano malam hari hanya menggunakan panel solar, Jumat (28/2). Foto : Ist

“Desa Rano ini sudah puluhan tahun, belum teraliri listrik PLN, begitupun kerusakan akses infrastruktur jalanya,” kata Kepala Dusun I, desa Rano, Hainun Sabtu (29/2).

Dia mengatakan, untuk menerangi rumah warga ada menggunakan genset dan panel surya, ketiadaan listrik PLN di Desa Rano ini sudah berlangsung puluhan tahun.

“Pernah dipasang tiang listrik dan kabelnya tahun 90-an tapi tidak pernah aliran listriknya ada, sampai tiang listriknya rusak dan kabel-kabelnya dicuri,” katanya.

Warga lainnya Anis mengatakan, awal Januari 2020 ini kembali dipasang tiang-tiang listrik dan kabelnya, dijanjikan akhir Februari ini akan dialiri, tapi sudah akhir bulan belum juga dialiri. “Sampai kapan lagi, menunggu,” katanya.

Demikian pula infrastruktur jalannya, sudah pulahan tahun belum pernah ada lagi perbaikan.

Ia menyebutkan, sudah banyak anggota dewan dan calon bupati atau calon gubernur jelang pemilihan umum berkunjung serta beraudiensi dengan masyarakat, apa menjadi keinginan masyarakat.

“Tapi ketika sudah duduk dan terpilih, mereka lupa dengan janji-janjinya,” kesalnya.

Sehingga kata dia, ketika para kandidat berkunjung, bersosialisasi mengkampanyekan dirinya, kadang sudah tidak terlalu ditanggapi. [Red]