Skrol untuk membaca pos

Buaya Berkalung Ban dan Kawan-kawannya Bisa Serang Manusia Jika Terus Diburu

Muh. Rifai
Buaya berkalung ban. Foto: Istimewa
A-AA+A++

PALU – Matthew Nicholas Wright akhirnya mengakui belum sanggup menangkap buaya berkalung ban di Sungai Palu. Selama tujuh hari, nyaris tanpa henti, pemerhati reptil asal Australia itu berkejaran dengan reptil buruannya dengan berbagai metode.

Namun, dia berjanji akan kembali lagi Mei 2020 mendatang jika buaya tersebut belum juga tertangkap dan ban masih melilit di leher buaya dengan panjang sekitar empat meter tersebut.

Matt Wright mengungkapkan, walau tak berhasil menyelamatkan buaya tersebut, dia menganggap tidak ada kendala yang berarti selama operasi. “Begitulah yang namanya misi ada yang berhasil dan ada yang gagal, yang mana kali ini saya gagal,” ujarnya, Senin 17 Februari 2020.

Dia menambahkan, setelah diburu selama 7 hari tanpa henti, tim menyatakan akan menghentikan aktivitas perburuan untuk sementara. Menurutnya, perlu memberikan kesempatan kepada buaya lainnya khususnya buaya yang menjadi target agar tidak merasa terganggu.

Matt menjelaskan perburuan akan terus dilakukan, walaupun dia sudah tak berada di Kota Palu. Namun, lanjutnya, harus dilakukan pada saat tertentu, karena jika setiap saat dilakukan perburuan dikhawatirkan buaya tersebut akan menyerang manusia.

“Saya berjanji, jika buaya tersebut belum bisa untuk diselamatkan, saya akan kembali ke kota ini lagi dengan misi yang sama pada Mei 2020 mendatang,” janji Matt, seperti dilansir dari deadlinenews.com.

Jika nanti benar-benar kembali ke Palu, akan menggunakan metode yang sama, untuk menyelamatkan buaya itu seperti memasng perangkap dan menggunakan harpun atau tombak. Namun jika itu belum juga berhasil, dia akan menggunakan metode lain yang masih dirahasiakan.

Sementara itu, di tempat yang sama Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I BKSDH Sulteng Haruna Hamma, mengatakan, sekalipun Matt kembali ke negaranya, namun upaya konservasi akan terus berjalan. Pihaknya akan terus memantau keberadaan buaya tersebut. Jika kelak ada kesempatan untuk menyelamatkan lilitan ban, maka pihaknya akan langsung mengeksekusi. **