Skrol untuk membaca pos

Tahap Pertama, Irigasi Gumbasa Bisa Mengairi 1.000 Hektare Sawah di Sigi

Muh. Rifai
Irigasi Gumbasa. Foto: Faldi
A-AA+A++

SIGI Irigasi Gumbasa yang rusak total akibat gempa besar pada 28 September 2018 silam, segera beroperasi lagi setelah Kementerian PUPR melakukan perbaikan. Pada tahap pertama ini, irigasi tersebut sudah bisa mengairi 1.000 hektare.

“Baru tahap pertama mampu mengairi sekitar 1.000 hektare lahan pertanian yang ada di Kecamatan Gumbasa,” kata Bupati Sigi, Mohammad Irwan Lapata di Sigi, Senin (20/1/2020).

Padahal, sebelum gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 pada 28 September 2018, irigasi Gumbasa melayani kebutuhan air lahan pertanian di empat kecamatan yaitu Tanambulava, Dolo, Sigibiromaru, dan Gumbasa. Sekitar 7.000 hektare lahan pertanian yang mengalami kekeringan pascabencana.

Bupati mengatakan, pada tahap pertama ini, irigasi akan beroperasi di wilayah Desa Pandere dan Kalawara, Kecamatan Gumbasa. Tapi, kata dia Pemkab Sigi bersama Kementerian PUPR terus berupaya agar jaringan irigasi yang rusak akibat bencana alam bisa diselesaikan seluruhnya. “Semua jaringan irigasi yang rusak akibat gempa akan diperbaki kembali,” ujarnya. (*)