PALU – IBU Foundation bersama Lingkar Hijau, Walhi, Sahabat Relawan, Sikap Institute, Awam Green, Komiu, LPS-HAM, AJI Palu dan Komunitas Historia, berkolaborasi dalam kegiatan “Asik Minim Plastik” di dua tempat berbeda, masing-masing di hunian sementara (huntara) Mpanau dan huntara Tondo, Rabu (11/12) sampai Kamis (12/12).
Kegiatan itu menghadirkan narasumber dari Tim Bank Sampah Silae, Kecamatan Ulujadi, dengan materi pengelolaan limbah plastic dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi, Afit Lamakarate.
Dalam kegiatan ini, selain ada pertunjukan musik, juga dimeriahkan adanya pasar murah, pemutaran video edukasi, kegiatan mewarnai untuk anak-anak dan penukaran sampah plastik dengan produk alternatif pengganti plastik.
“Asik Minim Plastik bertujuan menyebarkan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya penggunaan plastik sekali pakai melalui konsep 4R (Reuse/guna ulang, Reduce/kurangi, Recycle/daur ulang, dan Replace/ganti produk),” kata Project Manager IBU Foundation, Fatimah Astuti.
Ia mengatakan, konsep pasar murah minim plastik dalam kegiatan ini, diharapkan dapat mengubah citra pasar yang selalu dikatakan sebagai sumber sampah plastik di mata masyarakat.
“Asik minim plastik ini mengangkat kekayaan produk-produk alternatif dan daur ulang yang berasal dari kelompok masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan kelompok masyarakat tersebut sebagai upaya dalam penyebaran pesan penting pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik dalam rumah tangga.
“Meningkatkan pengetahuan dalam pengurangan dan pengelolaan sampah plastik, mulai dari keluarga, kepada masyarakat luas di Kota Palu dan Kabupaten Sigi,” ujarnya.
Kepala DLH Sigi, Afit Lamakarate, menyarankan agar ibu-ibu mulai membawa tas belanja sendiri dan perlunya inovasi dari tonda (tas belanja dari daun silar) yang saat ini tidak lagi diminati.
Sejalan dengan disampaikan itu, IBU bersama pihak NGO lain yang tergabung dalam Forum NGO “Aksi Minim Plastik” berharap kegiatan ini akan bermanfaat dan dapat memberikan edukasi tentang penggunaan-ulang, pengurangan, daur-ulang dan penggantian produk plastik sekali pakai di daerah terdampak bencana di huntara Mpanau dan Tondo. (Mal)

