PALU – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan dialog publik dengan Tema “Meningkatkan Jiwa Nasionalsme Patriotisme dengan Landasan Semangat Pancasila Tampa Ideologi Trasnasional” yang bertempat di Cafe Fekon Unisa, pada Sabtu 26/09/2019.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan rangka menyambut hari kesaktian Pancasila, sekaligus menanamkan nilai-nilai Pancasila di tengah-tengah mahasiswa dan masyarakat.
Faisal Asado selaku ketua PKC PMII sulawesi tengah Mengatakan “bahwa Ini merupakan langkah-langkah yang baik untuk di lakukan, mengingat bahwa semakin tingginya hedonisme di kalangan pemuda, sehingga banyak dari pemuda yang seolah-olah tidak lagi peduli dengan arti dari cinta akan tanah air. Maka melalui kegiatan seperti ini bisa memberikan pemahaman betapa pentingnya menjaga nilai-nilai pancasila itu sendiri”.
“PMII akan terus melakukan kegiatan-kegiatan serupa untuk meberikan pemahaman kepada pemuda dan seluruh masyrakat sulawesi tengah betapa pentingnya pancasila bagi kehidupan berbangsa dan bertanah air, dan betapa bahayanya gerakan-gerakan transnasional”. tambahnya
Dalam kesempatan dialok kali ini menghadirkan Tiga narasumber yakni KODIM 1306 donggala dalam hal ini diwakili (Prasetyo), Akademisi (Dr.Awaluddin.SE,SH,MH), DPD KNPI SulTeng (Wazir Muhaemin S.Pdi).
Peserta Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa pemuda, dan mahasiswa Universitas Tadulako, mahasiswa IAIN Palu, serta beberapa perwakilan dari Lembaga kampus.
Dr.H.awluddin SE.SH.MH. selaku narasumber menyampaikan bahwa “PMII harus bisa menjadi tameng dalam mengkanter gerakan-gerakan transnasionalisme yang sekarang sudah mulai masuk ke dalam kampus-kampus yang berada di Sulawesi tengah, khusus kampus yang berada dikota palu” urarnya.
kolonel infantri prasetyo dalam hal ini mewakili KODIM 1306 donggala menyampaikan bahwa, PMII bisa melakukan kerjasama dengan pihaknya dalam banyak hal termasuk dalam memerangi gerakan transnasional ini. “kami dari pihak TNI selalu melakukan pendampingan terhadap masyarakat dalam berbagai hal, termasuk hal yang terkait dengan gerakan-gerakan paham transnasional ini, sehinggah kami sangat mengapresiasi jika ada kelompok mahasiswa yang melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini. ” ungkapnya. [YP]

