PALU – Memperingati satu tahun bencana alam yang melanda Kota Palu, Sigi, Parimo dan Donggala, Islamic Relief Worldwide (IRW) di Indonesia bersama KONSEPSI melakukan aksi tanam pohon di enam desa di Kabupaten Sigi dan dua kelurahan di Kota Palu.
“Kami berharap Palu dan Sigi dapat bangkit dan pulih lebih baik dari semula. Bibit yang kami tanam sekarang merupakan simbol harapan untuk masa depan para penyintas bencana,” kata Country Director, IRW di Indonesia, Nanang S Dirja, Ahad (29/09).
Ia mengatakan, IRW melalui mitra lokal hadir dan memberikan upaya tanggap bencana sejak keadaan darurat dimulai. Dengan mempedomani ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, organisasi yang telah membantu jutaan manusia di 40 negara itu, berusaha mewujudkan sebuah dunia di mana kepedulian antar sesama diberdayakan dengan landasan nilai-nilai ketulusan, keunggulan, kasih sayang, keadilan dan amanah.
“Kami menggunakan prinsip build back better untuk implementasi seluruh program kerja Islamic Relief Worldwide di Indonesia, termasuk kegiatan penanaman 1000 pohon,” katanya.
Sebab, kata dia dengan mempunyai pohon, maka dapat menjaga ketersediaan air, mengurangi erosi dan juga sebagai upaya mitigasi bencana.
“Islamic Relief tidak hanya memulihkan bangunan, tetapi juga memulihkan harapan dan semangat masyarakat untuk dapat bangkit,” kata Nanang.
Olehnya, kata dia, selama satu tahun ini, Islamic Relief dan mitranya telah mendistribusikan 10 ribu paket makanan, air minum dan non makanan seperti hygiene kit, selimut, terpal, dan lainnya.
Selain itu, kata dia, membangun 30 sumur dan memasang 10 alat pemurni air Sky Hidrant untuk pemenuhan air minum yang menjangkau lebih dari 903 kepala keluarga atau 3613 jiwa, merehabilitasi sekitar 21 kelas tingkat sekolah dasar serta membangun 250 hunian sementara.
Nanang menambahkan, selain infrastruktur, IRW juga mendorong pemulihan penghidupan dan ekonomi. Saat ini sudah berjalan program budidaya jamur dan hidroponik yang menjangkau 130 kepala keluarga atau 520 orang.
Selanjutnya ada bantuan non-tunai kepada 500 kelurga terdampak bencana. Sementara bantuan kepada 3,600 kepala keluarga masyarakat terdampak lainnya, sedang berlangsung dan diharapkan dapat memantik pemulihan ekonomi. (MAL)

