SIGI – Masyarakat Dusun IV Ranggonau meminta kepada pemerintah untuk memperbaiki akses jalan menuju ke pemukiman mereka karena kondisi jalan saat ini cukup parah dan sangat sulit dilalui kendaraan bermotor.
Ranggonau merupakan salah satu wilayah terpencil bagian timur Kabupaten Sigi yang berbatasan langaung dengan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Dusun itu sendiri masuk dalam wilayah administrasi Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.
Kepala Dusun (Kadus) Ranggonau, Limuesa, dua hari lalu, mengatakan, buruknya akses jalan satu-satunya menuju ke pemukiman itu, membuat warga kesulitan untuk menjual hasil kebunnya ke pasar.
“Kondisi jalan yang tidak bagus ini sudah berlangsung sejak gempa lalu. Ada beberapa titik jalan tertimbun reruntuhan dari bukit, sehingga tidak bisa dilewati kendaraan,” terangnya.
Sejak beberapa bulan ini, lanjut Limuesa, warga secara gotong royong membuka akses jalan dengan alat seadanya, sebab untuk membuka material reruntuhan dari gunung, warga tidak mampu dan harus menggunakan alat berat.
“Waktu jalan tertutup longsoran batu dari gunung, kita tidak bisa ke mana-mana, apalagi dengan kendaraan. Jalan satu-satunya harus berjalan kaki menuju ke desa. Agar motor bisa lewat, maka kita membuat jalan baru,” kata Limuesa.
Sementara Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pombewe perwakilan dari Dusun Ranggonau, Ricu, berharap adanya perhatian dari dinas terkait untuk melakukan perbaikan, sehingga memudahkan warga Ranggonau untuk menjual hasil kebunnya. (HDY)

